10 Kiat Menulis Iklan Softselling

10 Kiat Menulis Iklan Softselling


Cara Menulis Iklan Dengan Teknik Softselling. Sebenarnya menulis iklan memiliki dua teknik yaitu iklan Hardselling yang sering kita lihat melalui tayangan iklan di televisi atau iklan di media sosial. Dan teknik Softselling, yang sering kita dengar setiap mendapati teman sesama blogger menanyakan cara menulis iklan yang 'kece' seperti apa.


Sebelumnya, kita harus tahu terlebih dahulu apa kegunaan dari teknik iklan dengan metode softselling. Melalui materi yang juga diberikan oleh Mbak Haya Aliya Zaki pada kesempatan acara Fun Blogging, beliau menjelaskan ada tiga hal yang membuat iklan softselling diminati oleh Brand/Agency, yaitu Iklan dengan metode penulisan softselling memiliki kesan natural, jika narablog menuliskannya akan menjadikannya bersifat personal sehingga pengunjung akan menilai sebagai pengalaman narablog, dan iklan dengan metode softselling ini diharapkan agar "Tidak Terlalu Ngiklan Banget."

Meskipun yang namanya iklan, tetaplah akan menjadi iklan dalam bentuk apapun. Namun, tekni softselling memiliki kelebihan lainnya, yaitu meningkatkan bonding dengan pembaca yang juga merasakan hal serupa pada produk / jasa yang ditulis di blog. Ini bagus terutama ketika pengalaman yang diceritakan memang berdasarkan pengalaman pribadi, sehingga bisa memberi wawasan lebih bagi pengunjung blog.

Lantas, bagaimana teknik menulis Softselling itu? Mba Haya Aliya menjelaskannya melalui beberapa poin yang akan saya tuliskan di bawah ini.

10 Cara Menulis Iklan Softselling


1. Lempar pertanyaan pembuka

Jika menggunakan teknik copywriting dari buku Dewa Eka Prayoga yang pernah saya baca, maka pertanyaan pembuka pada tulisan Paid Review dengan menggunakan kalimat pertanyaan, bisa dengan menggunakan pilihan sebagai berikut :

* Apakah Anda mengalami hal yang sama seperti saya?
* Bagaimana Cara Saya Melakukannya?
* Pernahkah Anda Melakukan Kesalahan Ini?
* dsb

2. Tulis sesuatu yang bermanfaat seperti tips dan tutorial

Pastinya pengunjung blog juga tetap menginginkan sebuah kebermanfaatan dari tulisan yang di blog. Dengan begitu, ada baiknya untuk tetap memberikan sesuatu yang spesial bagi pengunjung blog, seperti menulis Tips dan Tutorial sebagai tulisan yang mendukung konten Paid Review yang bekerja sama dengan kita. Asalkan tetap relevan.

3. Gunakan kalimat persuasif

Sebelumnya, sudah tahu belum pengertian tentang kalimat persuasif? Kalau belum, saya akan berikan sedikit jabaran tentang kalimat persuasif. Yaitu sebuah kalimat yang mengandung ajakan, himbauan atau propaganda yang berfungsi untuk meyakinkan pembaca untuk mempercayai, melakukan atau mengikuti apa yang disampaikan di dalam kalimat tersebut. 

Namun, ada beberapa pakem yang disampaikan oleh Mba Haya, terkait teknik softselling dengan kalimat persuasif ini. Yaitu tidak boleh ada Janji-janji. Misalnya narablog menuliskan sebuah Janji dengan keyakinan pasti bahwa produk tersebut bisa menyembuhkan penyakit 100%. Ini tidak diperbolehkan ada pada tulisan Paid Review. Kedua, tidak diperkenankan adanya kata DIJAMIN. Seperti iklan pada umumnya.

Karena teknik softselling ini mengedepankan pengalaman narablog sebagai penulis untuk berbagi kisah, jadi memang harus dihindari kedua hal di atas. 

4. Sharing pengalaman 

Sejalan dengan penjelasan di atas. Yang namanya Tulisan Iklan dengan Teknik Softselling memang mengutamakan konten yang sesuai dengan pengalaman narablog terhadap produk/jasa yang tengah diiklankan. Ini bersifat seperti testimoni terhadap produk/jasa, sehingga cukup pengunjung blog yang bisa menilai dan mempertimbangkan apakah akan menggunakan produk/jasa tersebut.

Keahlian narablog dalam mengemas pengalamannya terhadap produk/jasa yang sedang diiklankan, akan sangat berpengaruh juga terhadap keputusan pengunjung akan menggunakan atau tidak produk/jasa tersebut. Jadi, perbanyak latihan menulis agar konten yang disajikan tetap mengundang pengunjung untuk bisa memberikan respon positif.


5. Jujur tentang monetisasi

Maksudnya di sini adalah, jika konten yang ditulis merupakan Tulisan Berbayar, ada baiknya diberitahukan melalui tulisan atau Tagging Blogpost secara khusus. Agar pengunjung tidak terkecoh dan tidak merasa dibohongi. Dengan jujur terkait monetisasi melalui Tulisan Berbayar, pengunjung blog juga tidak akan keberatan, karena sudah mengetahui terlebih dahulu konten yang akan dibaca masuk dalam kategori apa.

6. Jangan berulang-ulang menyebutkan nama Brand

Sebisa mungkin, minimalkan menulis Brand pada Tulisan Berbayar secara berulang-ulang. Agar pengunjung tidak merasa lelah karena membaca nama Brand secara terus menerus. Bisa dengan mengakalinya menggunakan kata ganti atau dengan menjelaskan melalui dekskripsi singkat tapi tetap mengarah pada Brand yang dimaksud.

7. Bangun percakapan dengan pembaca

Yang pasti, konten yang baik merupakan tulisan yang juga membangun interaksi dengan pembaca. Sehingga, pengunjung blog yang membaca tulisan di blog kita, akan dengan sukarela berbagi cerita atau berkomentar tentang hal-hal yang relevan dengan tulisan kita. Ini akan meningkatkan engagement yang baik bagi narablog dan pengunjung. Karena setiap Brand, selalu juga menginginkan blogger yang mau berinteraksi dengan pengunjungnya, dan ini dinilai sebagai hal yang positif bagi beberapa Brand.

8. Pastikan isi postingan kita, cocok dengan permintaan klien

Jangan sampai sakingi inginnya menulis Tips atau Tutorial pada tulisan kita, akhirnya lupa dengan tulisan yang diinginkan oleh Klien. Teruslah untuk mengecek kembali, syarat apa saja yang diinginkan oleh Klien ada pada tulisan kita. Hal ini bisa menunjukkan seberapa besar usaha kita dalam memberikan layanan terbaik bagi Klien. Dengan begitu, Klien senang, narablog juga ikut lega. 

9. Postingan di Blog tidak melulu postingan berbayar

Menurut Mba Haya, ada baiknya isi blog kita tidak melulu soal postingan berbayar, ini dimaksudkan agar personal branding yang melekat pada blog kita tidak negatif. Jangan sampai ada pengunjung yang menyeletuk, "Ah, paling postingan berbayar lagi." Karena itu, jaga intensitas ngeblog dan beri jeda dari satu artikel berbayar dengan artikel tidak berbayar. Agar pengunjung juga tidak bosan dijejali tulisan tentang iklan.

10. Jangan Copy Paste

Bloggers Sell stories, not product. Karena itulah, selain pentingnya mengkombinasikan tulisan berbayar dengan pengalaman pribadi, juga penting agar ketika menulis artikel berbayar jangan sampai mengcopy-paste seluruh materi yang diberikan secara utuh tanpa ada editing lagi. Apalagi kalau tulisannya hasi Copy Paste dari artikel lain di internet, ini bisa menjatuhkan kepercayaan baik bagi Brand juga bagi pengunjung.

Karena, Readers Trust, Your Most Valuable Asset As a Blogger. Kepercayaan pembaca/pengunjung blog merupakan aset yang tak ternilai harganya bagi seorang blogger. Jadi, jaga kepercayaan itu dengan menuliskan konten yang orisinil, juga tetap memiliki muatan yang kaya manfaat dan wawasan bagi pembacanya.

oo00oo

Pada kenyataannya, teknik softselling memang hal yang paling banyak disukai oleh Brand atau Agency. Karena dengan teknik softselling, tulisan berbayar bisa dikemas dengan apik seperti testimoni secara langsung narablog untuk dibagikan pada pembaca.

Selain itu, menulis postingan berbayar dengan mengandalkan pengalaman atau pendapat penulis bisa juga dijadikan solusi bagi pengunjung yang kebetulan memiliki masalah yang sama dengan yang pernah dihadapi oleh narablog. Atau, bisa saja tulisan yang dikemas dengan pengalaman menarik atau pengalaman lucu untuk tulisan berbayar, menjadi suatu hiburan tersendiri bagi pengunjung yang mampir.

“Be so good. They can’t ignore you.” – Steve Martin

Maksudnya, teruslah memberikan yang terbaik dalam setiap tulisan yang kita tayangkan di blog. Sehingga pengunjung tidak akan berburuk sangka pada hasil karya kita. Dan tidak perlu khawatir, kalau tulisan kita tidak akan mendapat pengunjung. Search engine itu luas, bisa menampung banyak tulisan, sehingga pasti akan ada pengunjung yang memang sesuai dengan target audience, akan mampir ke blog kita.

Nah, bagi yang masih kurang pede kaya saya. Setidaknya pesan dari Mba Haya, bisa membangkitkan rasa percaya diri agar terus menulis dan berkarya serta menebar wawasan. Pembaca ingin berbagi kisah tentang Perjuangan menulis iklan? Atau justru pernah mendapati tulisan iklan yang berkesan – baik atau buruk ? Silakan bagi yang ingin berbagi melalui kolom komentar. Terima kasih J



Comments

  1. Materi blog ini semakin kece nih, soft selling sedikit susah ya mbak perlu pengalaman untuk menulisnya dimana tidak mulu menyebut brand di setiap postingan tulisan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan sedikit susah lagi ya Tis, bener-bener butuh perjuangan dan latihan x)). Saya aja masih belum bisa totalitas menulis dengan teknik softselling, kadang ada aja kalimat yang justru bikin tulisannya hardselling.

      Tapi, mari kita berusaha yes Tis. Semangat!!

      Delete
  2. Saya suka mempelajari teknik softselling. So, dia cuma cerita pengalamannya kok, tapi ada 'ngiklan' disitu yang gak kerasa. Mulus banget :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, itu dia mba Lidha, kadang suka mentok idenya, meski menyisipi iklan hehehe. Mungkin emang sayanya yang harus banget banyak belajar :)

      Delete
  3. Harus belajar banyak nih ttg soft selling :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Me too, masih harus banyak belajar :)

      Delete
  4. Memberi jeda di postingan berbayar ini yang kalo pas kebanjiran order, bingung kasih jeda...maksut hati supaya ritmenya stabil hihi.

    Tfs tipsnya mba Ipeh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihih, bener ya mba, mana tenggat yang dikasih kadang suka mepet banget :). Tapi, memang tricky banget kalau ngurus blog. Semoga bermanfaat ya mba

      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  5. Jam terbang masih belum seberapa nih mba, jadi tips kayak gini penting banget. Memang ga mudah nulis "titipan" brand tapi soft selling :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, menyisipkan iklan itu bukan hal yang gampang yaa, toss Mba, saya soalnya juga sama, belum bisa :D

      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  6. Pengalamanku, kalau pake tips itu malah dapet pageviewnya banyaaak. Bahkan bisa tembus viva log. Sedangkan tulisan curhatku ga seberapa. Wkwk.. -_-
    Makasih sharingnya ya mba. Penting bgt nih tentang softselling..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wakakakakakak, bener banget, kalau ngikutin tutorial bisa lah banjir pageview. Sama kok, Mak, tulisan curhat saya mah boro2 dibaca, dilirik aja ga :p

      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  7. Nah, ini dia yang rasanya susah banget. Memang harus dicoba terus ya, mbak. Makasih atas tulisannya. Nambah wawasan banget :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mba harus dipraktekkan terus

      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  8. Bagus mbak ... Makasih share tips nya :)

    ReplyDelete
  9. Makasih tips2nya mbak. Masih perlu buanyak belajar nih hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga semangat prakteknya ya..

      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  10. Makasi tipsnya mbak tapi yg bikin susah itu justru bingung antara mau nulis narablog sama postingan yang SEO. Kalau tulisan curhat kebanyakan nggak SEO :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwkwk, sama aja mba, apalagi tulisan curhat saya, boro2 masuk SEO, dilirik juga ga :p #curcol. Semoga semangat yaa mba

      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  11. Saya suka baca iklan softselling tapi yang gak menjebak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dirimu kan sudah mastah, Mak. Malahan daku pengen belajar dari dirimu nih, biar bisa nulis softselling :)

      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  12. Kalau ada rezeki jatuh ke blog saya, ilmu dan semua tipsnya nanti baru bisa dipraktekkan nih

    Sekarang banyak doa aja moga ada yg ngelirik ngasih job ��


    Terimakasih ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya allah, semoga senantiasa berlimpah rezekinya ya Mba yang berkah dan bermanfaat :)


      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  13. Wah reminding nih tulisannya, aku masih suka terjerumus juga kalo nulis soft selling. Makasih ya artikelnya bermanfaat banget :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaa, sama Mbaa... Toss kalau begitu, saya juga sering banget kepleset jadi hardselling.


      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  14. Beberapa sudah diterapkan, beberapa belum.... ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Allhamdulillah, semoga saya bisa menyusul mempraktekkan poin di atas


      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  15. Susah nih susah. Apalagi kalo ada lomba dg syarat softselling tapi panitia minta segala galanya diceritain sampe speknya Juga. Celeguk. Garuk garuk kepala deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huwaaa, bener banget mba Ade, mau ga mau kan kita nyebut nama merk berkali-kali ya Mba, macem wirid 100x :D

      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
    2. Soft selling beda dengan review produk. Review produk justru kebalikannya. Semakin detail penjelasannya mulai dari kemasan komposisi kelebihan kekurangan dll, justru semakin bagus.

      Delete
    3. Wah, noted ini. Berarti untuk product review yang menitikberatkan informasi secara menyeluruh lebih baik secara detil ya mba :) sip..sip..sip

      Delete
  16. Tulisan kece ini. Aku juga masih baru belajar nulis softselling. Dan bagiku tidak mudah. Tapi hayulah semangat!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang kece materinya, Mbak :D. Soalnya dari mastah Mba Haya :)


      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  17. Nomor 6 dan 7 masih sering kelupaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asal jangan lupa makan aja ya, Mba Fifah :)


      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  18. saya termasuk sales writter lho mba. he kebetulan banget saya banyak belajar dari postingan ini,karena dari beberapa postingan saya selalu banyak menyebut nama brand. masih belum lihai mengolah kata mba. eh tapi makasih ilmunya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga ke depannya, Agan bisa menulis dengan teknik softselling ya, siapa tau pekerjaannya jadi tambah sukses.

      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  19. Nice post mbak...
    Segera dipraktekkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Allhamdulillah, semoga bermanfaat ya mba


      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  20. aaah tips kece abizzz....makasih sudah sharing mba *muah eh gak batal puasanya ya kecup basah kek gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaarrkkk, kecup balik deh. Makasih juga mba, semoga bisa dipraktekkan


      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  21. Kalau saya menempatkan diri saya sbg pembaca, saya akan lbh terpengaruh oleh tulisan yang memang berdasarkan pengalaman pribadi sih. Thanks atas tulisannya yg bermanfaat ini. Ilmu baru utk saya.

    ~Fia

    www.fiarevenian.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, terasa lebih alami ya mba. Sama-sama mba, terima kasih sudah berkunjung :)

      Delete
  22. TIpsnya keren. Mau coba praktekin ah

    ReplyDelete
  23. Thank you sharingnya ya mba

    ReplyDelete
  24. saya masih galau dgn content placement nih, soalnya yg bikin tulisannya orang lain :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi semoga nanti dapat ilmu lagi sayanya tentang content placement. Jadi bisa berbagi lagi :)

      Delete
  25. thanks ilmunya kak, masih newbie nih :)

    ReplyDelete
  26. terima kasih infonya mbak
    sangat bermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mba Avy, semoga bermanfaat. Terima kasih kunjungannya :)

      Delete
  27. Menulis artikel iklan dengan teknik soft selling sangat menantang. Perlu kehati - hatian dalam pemilihan kata sehingga khalayak tidak merasa diberikan konten penjualan. Menarik pembahasannya :)

    ReplyDelete
  28. saya masih belajar tentang teknik soft selling ini, semoga makin membuka wawasan utk tulisan yg lebih baik..

    ReplyDelete
  29. Kak, aku mau nanya dong itu buku dewa prayoga halaman brp ya? Aku mau nyari buku ituuu halamannya gak nemu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di buku teknik copywriting mas Dewa, di situ diajarin beberapa headline pembuka yang diawali dengan teknik pertanyaan.

      Delete

Post a Comment

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih




domain murah