Pet sematary : Pemakaman Hewan Peliharaan

Pet sematary - Film horor yang mengisahkan tentang tanah kosong berisi pemakaman. Di pemakaman tersebut, bukan makam manusia, melainkan makam binatang-binatang peliharaan anak-anak. Pada screen awal, penonton akan disuguhi tampilan Pet Sematary, struktur tanah dan nisan setiap makamnya, serta papan nama yang bertuliskan Pet Sematary.


Film ini pernah saya tonton ketika duduk di sekolah Menengah Pertama, yang pasti saya sangat terkesan dan selalu terngiang-ngiang dengan film ini. Namun sayangnya, seperti biasa, saya tidak mencatat dan kemudian lupa dengan judul filmnya. Barulah setelah ditayangkan ulang, saya menyadari betapa lama waktu terbentang bagi saya untuk menebak judul filmnya.


Pet sematary : Pemakaman Hewan Peliharaan
Source : IMDB


Saya sudah menceritakan sebelumnya, kalau film ini merupakan film favorit saya, tapi saya bahkan baru tahu kalau ceritanya diangkat dari Novel karya penulis yang juga favorit saya, yaitu Stephen King! Bisa dikatakan, saya memang berjodoh dengan Opa King #eeaa. Selain diangkat dari novel yang ditulis oleh King, beliau juga ikut andil dalam pengambilan gambar di film ini.

* (Spoiler alert, saya akan menuliskan keseluruhan cerita film ini) *


Detil Film

Judul : Pet Sematary || Sutradara : Mary Lambert || Penulis Naskah : Stephen King || Tanggal Rilis : 21 April 1989 (USA) || Lokasi Film : Maine || Cast : Dale Midkiff (Louis Creed), Fred Gwynne (Jude Crandall), Denise Crosby (Rachel Creed), Brad Greenquist (Victor Pascow), Miko Hughes (Gage Creed), Blaze Berdahl (Ellie Creed)



Keluarga Creed dan Tetangga mereka


Dokter Creed dan keluarganya baru saja pindah ke satu rumah besar, Ellie, anak pertamanya yang pertama kali melihat jalan setapak menuju suatu tempat yang tertutup pepohonan. Jud, tetangga mereka yang usianya sudah tua, menyambut mereka. Ketika malam saat dokter Creed main ke rumah Jud, dia memberitahukan perihal kuburan binatang peliharaan di tempat itu.


Dokter Creed juga memiliki anak yang masih kecil bernama Gage, sejak awal kepindahan mereka, Gage kecil memang beberapa kali hampir saja ditabrak kendaraan yang lewat depan rumah mereka. Sementara itu Rachel, istrinya dokter Creed, tipikal seorang istri yang sangat lembut dengan anak-anaknya.


Keluarga mereka memang terbilang sangat kompak. Beserta Jud, mereka juga menghabiskan waktu bersama-sama. Sementara Dokter Creed ditugaskan menjadi dokter di salah satu kampus di daerah tersebut. Kekompakan mereka beserta Jud, tetangga tua, terlihat juga dari hubungan baik Ellie serta Gage dengan Jud. Dimana sosok Jud ini seakan menjadi kakek bagi mereka.


Tanah Orang Indian

Pet Sematary tercipta, akibat dari banyaknya binatang peliharaan yang mati tertabrak truk yang sering lewat di jalan depan rumah dokter Creed dan Jud. Meski tulisannya salah, karena menurut cerita Judd, tulisan Pet Sematary ditulis oleh anak-anak. Bisa dibilang kawasan itu seperti Pantura kalau di Indonesia, dimana truk-truk yang lewat bahkan seakan tidak memedulikan orang-orang di sekitarnya. Sehingga, hewan-hewan peliharaan yang mati karena tertabrak truk tersebut, dimakamkan di tempat khusus tersebut. Kata Jud, hewan yang mati kebanyakan Anjing dan Kucing yang tertabrak tanpa sengaja oleh pengendara truk-truk besar. Begitu pula dengan, Gage - anak dokter Creed - yang hampir saja ditabrak oleh truk yang melintas ketika pertama kali mereka pindah ke rumah tersebut.

Ketika kematian kucing keluarga Creed yang bernama Church membawa kesedihan mendalam bagi anak-anak mereka, akhirnya Jud mengisahkan sebuah kisah yang sebenarnya tidak ingin dia ceritakan. Tapi, anak-anak Creed telah menempati posisi spesial di hatinya sehingga di mengisahkan, sekaligus seperti memberi masukan tentang pemakaman tanah indian. Letaknya dekat dengan Pet Sematary, hanya saja perjalanannya cukup jauh. Tempat tersebut merupakan tanah keramat peninggalan suku Indian. 

Konon, hewan-hewan peliharaan yang telah mati, jika dimakamkan di tanah tersebut maka akan kembali bangkit. Sehingga anak-anak yang kehilangan tidak akan merasa sedih. Tapi, akan ada banyak perubahan dari sosok binatang peliharaan tersebut setelah mengalami 'kehidupan kembali'. Awalnya, dokter Creed tidak mempercayai hal tersebut, namun setelah Church akhirnya benar-benar kembali lagi, meski dengan banyak keanehan. Keluarga mereka langsung memercayainya.


Tragedi Kematian

Orang tua mana yang tidak akan melakukan apa yang dilakukan oleh dokter Creed? Dalam pemahaman, melakukan apa saja agar anak yang disayangi mendapatkan apa yang memang seharusnya didapat. Berjuang agar anak dapat bahagia. Meski dengan cara yang 'salah' menurut penilaian saya sebagai seorang penonton, tapi kondisi dokter Creed yang melakukan tindakan bodoh ini, terbilang cukup beralasan kuat.

Berawal dari piknik keluarga bersama Jud yang sudah dianggap sebagai kakek bagi Ellie dan Gage. Mereka menikmati piknik di padang rumput samping rumah mereka yang luas. Saat itu dokter Creed berhasil menaikkan layang-layang, kemudian Gage kecil dipercayai untuk memegang tali layang-layang. Meski Ellie terus meneriaki Gage, kalau dia tak akan bisa memainkan layangan tersebut, Gage tetap memainkannya. Namun, ternyata tali layangan jatuh, kemudian terbawa angin. Sementara Gage mengejar tali tersebut, dokter Creed justru tengah berbincang dengan keluarganya sambil membelakangi Gage. Sehingga dia tidak tahu, kalau Gage sudah berjalan menuju pinggir jalan dimana dari jauh, penonton bisa melihat ada truk dengan kecepatan tinggi menuju arah Gage.

Namanya anak kecil, masih belum tahu mana bahaya atau bukan. Sama seperti Gage yang akhirnya menginjakkan kakinya di tengah jalan tersebut dan mati tertabrak truk seketika. Kesedihan inilah yang membuat keluar dokter Creed terus menerus bersedih. Rachel bahkan tampak depresi, sementara Ellie masih bertanya-tanya, mungkinkah Tuhan akan mengembalikan adiknya?


Di balik kisah sedih

Ide gila dokter Creed tercium oleh Judd tepat saat malam pertama Gage meninggal dunia. Aura kesedihan melingkupi setiap wajah keluarga Creed beserta rumah tersebut. Dan Judd, yang paham dengan ide tersebut melarang dokter Creed untuk melakukannya. Kemudian dia bercerita bahwa, ide dokter Creed bukan yang pertama kali akan dilakukan.

Setelah perang dunia ke 2, seorang ayah yang tinggal di kawasan Maine tersebut, mengalami hal yang sama dengan dokter Creed. Yaitu mendapati anaknya meninggal dunia. Rasa sayang yang berlebihan pada sang anak membuat sang Ayah melakukan hal yang akan dilakukan oleh dokter Creed. Menguburkan anaknya di pemakaman hewan peliharaan yang keramat. Benar saja, apa yang sudah diduga sebelumnya. Sang anak hidup kembali dengan keanehan mencapai tingkat yang mencemaskan warga sekitarnya. 

Karena anak tersebut justru banyak melakukan pengrusakan. Dalam satu scene, ditampilkan sosok si anak yang tengah memakan tangan atau kaki (entah milik manusia atau hewan) dalam keadaan mentah. Seperti sosok zombie yang hidup dari kematian. Namun, karena cinta buta dari sang Ayah, tetangga yang berniat untuk menolongnya akhirnya justru diabaikan. Dan jalan satu-satunya untuk menghentikan tindakan si mayat hidup tersebut dengan cara membakar rumah beserta orang di dalamnya, dalam hal ini si anak yang hidup kembali itu.


Sebuah Teror


Setelah mendengar cerita dari Judd, bukannya mendengarkan dengan seksama kemudian menghalau keinginannya untuk tidak melakukan tindakan gila tersebut. Justru dokter Creed sama sekali tidak peduli. Judd paham, bahwa akan datang kembali kejadian yang sama seperti yang dahulu pernah terjadi, ketika melihat wajah dokter Creed yang seakan menjadi lelaki gila. 

Dokter Creed mengirim anak dan istrinya untuk pergi ke Chicago ke rumah orang tua istrinya. Namun Ellie terus meminta dokter Creed untuk ikut, karena dia mengaku mendapat bisikian dari pax chow bahwa Ayahnya tengah dikuasai oleh kekuatan jahat dan berhubungan dengan Gage - adiknya yang telah meninggal. Sayangnya, perkataan Ellie tak membuat dokter Creed menyadarinya, sampai akhirnya di Chicago Ellie terus meracau mengatakan hal yang sama tentang pesan dari Pax Chow.

Apa yang ditebak oleh Judd menjadi kenyataan. Dokter Creed seolah seperti manusia yang kerasukan dan dihantui oleh rasa sedih dan bersalah. Dia membongkar makam anaknya, kemudian membawa jasadnya agar dikubur di pemakaman tanah Indian. Setelah melakukan hal itu, dia masih berharap agar anaknya dapat hidup kembali, kemudian jatuh tertidur.

Saat dokter Creed tertidur, hal yang sudah diduga akhirnya tiba, kebangkitan dari Gage kecil. Dengan wajahnya yang sama lucunya, namun mencuri pisau bedah milik Ayahnya - dokter Creed - berjalan menuju rumah Judd. Di tempat itu, Judd yang awalnya sudah waspada justru ketiduran dan terbangun karena suara Church. Melihat jejak sepatu kecil yang mengarah ke ruang kamar di lantai dua, Judd memutuskan untuk mengikutinya. Di kamar tersebut, Judd sudah mempersiapkan pisau untuk melindungi dirinya, suara Gage yang memanggil - manggil namun sosoknya tak terlihat disertai suara musik yang mendukung, membuat scene ini menjadi teramat mendebarkan bagi saya.

Singkat cerita, Judd dibunuh oleh Gage yang hidup kembali dari kematian. Kemudian, Rachel yang dalam perjalanan pulang ke Maine, setelah menyadari bahwa yang dimaksud Ellie bukanlah Pax Chow tapi Pascow, seorang lelaki yang diselamatkan oleh Ayahnya. Berbekal rasa penasarannya, perjalanan Rachel tidak mulus, tapi arwah Pascow yang akan penonton temui pada beberapa Scene dengan kepala berdarah-darah, membantu Rachel untuk menyelamatkan Creed. Sayangnya, ketika sampai di depan rumahnya, Gage memanggil Rachel ke rumah Judd. Di sana dia mengajak Rachel bermain petak umpet. Justru, ketika melihat wajah Gage, Rachel kemudian memeluknya seakan melepas rindu yang begitu dalam, dan saat itu juga Rachel dibunuh.

Pagi harinya, dokter Creed terbangun dari tidurnya, tidak tahu apa yang terjadi malam setelah dia menguburkan Gage di tanah keramat tersebut. Kemudian melihat jejak kaki kecil Gage, kotak pisau bedah yang kosong dan telpon dari Chicago yang memberitahukan bahwa Ellie histeris karena bermimpi ibunya meninggal dunia. Sayangnya, dokter Creed sudah merasa ketakutan dan memutuskan untuk menyuntikkan sesuatu pada Gage.

Di depan rumah, dokter Creed sebelum memasuki rumah Judd, menyuntikkan suntikan tersebut ke Church yang sedang makan daging mentah (entah apakah itu daging dari mayat Judd dan Rachel atau bukan). Setelah menyuntikkannya, Church langsung tergeletak dan mati kembali. Ini membuat dokter Creed yakin, kalau suntikan tersebut dapat membunuh Gage kembali.


Setelah bermain petak umpet dengan Gage, kemudian menemukan jasad Judd serta istrinya, Rachel. Kebencian justru membuat dokter Creed berusaha untuk mendapatkan Gage dan bisa menyuntiknya. Meski diawali dengan pertarungan yang membuatnya digigit dan disakiti hingga berdarah-darah oleh Gage, akhirnya suntikan tersebut berhasil membuat Gage mati.


Setelah dua mayat hidup tadi mati, apakah kemudian dokter Creed tenang kemudian memikirkan Ellie? Tidak. Justru seakan menjadi candu dan tak ingin kehilangan istrinya. Dokter Creed kembali menguburkan jasad Rachel di pemakaman keramat tersebut, kemudian seperti yang sebelumnya terjadi, Rachel akhirnya membunuh dokter Creed. Inilah akhir dari film Pet Sematary.


Pet sematary : Pemakaman Hewan Peliharaan
Source : Hitfix


Kisah dari Stephen King


Akhir yang benar-benar membuat saya merasa, duh ternyata cinta buta bisa menyebabkan kebodohan dalam bertindak. Tapi, film ini masih menjadi favorit saya karena ketegangan saat menontonnya benar-benar tidak terlupakan. Setelah mengetahui bagaimana jalan cerita film horor yang satu ini, saya ingin juga menceritakan sesuatu dari sisi Stephen King, yang menulis novel Pet Sematary, juga menulis scripwriter untuk film ini.

Maine, tempat yang sering digunakan oleh Opa King dalam setiap novelnya. Meski tidak secara keseluruhan, seperti kumcer Just After Sunset ada beberapa yang berlokasi di Maine, juga novel Lisey's Story juga beberapa novel lainnya yang berlokasi di Maine, yang ternyata tempat tinggal dari Opa King. Dalam film ini, Opa King bahkan turut serta dalam setiap screen yang diambil. Bahkan Pet Sematary tersebut memang benar-benar ada di Maine, dan lokasinya tepat di belakang rumah Opa King.

Belum lagi, kisah yang ditulis di novel ini, juga diangkat dari kisah nyata Opa King. Ketika anak perempuannya bersedih saat hewan peliharaannya mati. Ini sama persis dengan kondisi Ellie yang bersedih ketika Church meninggal. Kemudian anak lelakinya yang waktu itu masih kecil, juga pernah sempat hampir tertabrak truk yang lewat, persis seperti Gage. Ini sebuah kisah yang lebih menarik, karena ternyata banyak yang diambil oleh Opa King dari kehidupan nyata beliau.

Selain itu, fakta bahwa ketika menulis scriptwriter untuk film ini, keluarganya bahkan membencinya. Dan kenyataan bahwa novel inilah, novel pertama yang dia tulis dan membuat dirinya juga merasakan takut, begitu pernyataan Opa King. Semua informasi ini saya dapat dari Trivia Pet Sematary di link ini : http://www.imdb.com/title/tt0098084/trivia?ref_=tt_trv_trv


Tagline Film

Sometimes Dead is Better  - Terkadang kematian itu lebih baik. 

Perkataan inilah yang diucap oleh Judd beberapa kali, untuk memastikan dan menekankan pada dokter Creed, bahwa idenya itu merupakan ide yang buruk. 


Pesan Moral


Dari film horor yang menurut saya justru memiliki sisi 'ngenes' dari tokohnya. Ada beberapa hal yang saya tangkap saat menonton ulang film ini.


1. Jangan Cinta Mati, baik itu pada seseorang atau sesuatu. 


2. Berikan kadar untuk alasan Logis dengan porsi yang banyak. Agar ketika kegalauan serta kesedihan melanda, masih bisa mempertimbangkan apa saja yang dapat menjauhkan diri dari tindak impulsif.


3. Jangan meratapi kematian. Tidak masalah untuk bersedih, karena tidak ada perpisahan yang tidak membawa rasa sedih. Namun, meratapi kematian justru akan mempersulit diri sendiri dan mendiang orang yang telah pergi.



Comments

  1. Ipeh Alenaaa .... makasiiiihhhhh

    Aku jadi penasaran nonton. Untung spoiler abeeesss .. eh kamu bukan yah yang waktu itu mengulas film lawas koboi?
    Aku suka banget ama filmnya jadinya. Kecupan Ipeh !

    ReplyDelete
  2. ya ampun ini tahun 1989, 4 tahun setelah saya lahir, karena horor saya gak berani nonton hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaa ampun usia ga beda jauh ternyata :p

      Delete
  3. Ini film lama banget, aku nonton pas masih SD. Tapi baguuusss. Aku sukaaaa, walau takut hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mba Grace.bikin terkenang banget film ini

      Delete
  4. Ihhh sereeeem. Gak pingin nonton ceritanya. Kebayang banget deh seremnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, serem karena terornya ya mak

      Delete
  5. baru baca review aja udah merinding, coba ah besok cari di yutube :p

    ReplyDelete
  6. tulisannya benar2 menarik, membawa perasaan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah berkunjung :)

      Delete
  7. Waduh..film nya awalnya seru kayak film keluarga yang berakhir happy ending. Tahunya akhinya kok ngenes amat yak...d
    trus jadi menegangkan gitu...hiiii...sereeem. trus endingnya menggantung gitu yak...rachelnya hidup kembali dan si dokter mati dibunuh istri yg hidup kembali....iiih...akhir yang ga terduga. kirain jud sama rachel bisa bantu creed trus happy end.

    ReplyDelete
  8. Huwaaah. Aku pengin nonton. Tapi nggak ada hantu benerannya jadi takut. lol.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Fifah :P kenanganmu aja bikin serem loh wkwkwkwkwk

      Delete
  9. thnaks referensinya mba. saya juga suka horor walau setelah itu suka takut hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi sama mba Kania. Paska nonton suka kebawa deg2an ya

      Delete
  10. kalau aku melihatnya, sering film horor yg berdasarkan kisah nyata itu ada hubungannya dengan Indian. Pemakaman tua suku Indian yg digusur sm developer perumahan yang paling sering. Dan rata2 memang kisah nyata... Percaya gak percaya, jangan menempati rumah yang dulunya kuburan kali yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sama kaya myth di Indonesia ya mba. Menempati tanah bekas pembantaian, kuburan..

      Delete
  11. terima kasih untuk ulasannya mengenai horor mbak, saya suka nonton film horor-horor gitu. menegangkan pasti. tapi biasanya malam waktu kedapur gitu jadi takut. kebayang soalnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi sama mba, paska nonton suka ketakutan sendiri :D

      Delete
  12. Hmm sepertinya sangat menantang nih filmnya.

    ReplyDelete
  13. apakah film ini kana menimbulkan linangan air mata bagi pecinta hewan??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berlinang air mata karena anaknya meninggal. Gitu aja om

      Delete
  14. belum pernah nonton film ini, baca tulisan ini jadi penasaran nonton filmnya :)

    makasih review-nya Mba Ipeh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mba terima kasih sudah mampir

      Delete
  15. Ini film mirip2 sama the lazarus effect ya..

    Btw serem banget deh, cuma baca review doang padahal :O

    ReplyDelete
  16. Aku sampe sekarang mohon maaf lahir bathin angkat tangan sama film horror T.T

    ReplyDelete
  17. Ruwet jga filmnya ya, tapi pesan moralnya oke ..

    ReplyDelete
  18. Kalau aku nangkepnya "Benci dan cinta sewajarnya aja"
    Intinya untuk kita bisa meletakan sesuatu pada tempatnya :)

    ReplyDelete
  19. aaaah aku harus nonton film ini. hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih




domain murah