Kelas Blogger Angkatan 6

Kelas Blogger angkatan ke-6 yang diadakan pada hari Minggu (20 Maret 2016), bertempat di NIC Matraman bertemakan "Membuat Video Blog dengan Smartphone". Dihadiri oleh sekitar 21 peserta yang telah mendaftar sebelumnya. Ramai, hangat dan bersahabat, itulah tiga kata yang menggambarkan suasana Kelas Blogger hari itu. Apalagi dengan ilmu yang dishare oleh para pemateri. Sebelum masuk ke acara Kelas Blogger, Kang Arul memberikan sambutan dan perkenalan tentang Kelas Blogger.

Kelas Blogger

Merupakan sebuah wadah yang memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus kemampuan para blogger sebagai social media aktivis yang lebih profesional. Wadah ini mulai dibentuk di Jakarta, tanggal 15 November 2015. Di awal berdirinya, sudah ada 20 blogger yang bergabung. Sementara saat ini, sudah ada ratusan blogger yang mengikuti Kelas Blogger dari angkatan pertama hingga angkatan 6 kemarin. Dan, nantinya akan masih ada angkatan ke-sekian dengan tema berbeda dan tentunya sesuai dengan perkembangan untuk blogger.

Menurut Kang Arul, "Kelas Blogger bukanlah sebuah lembaga, institusi seperti komunitas lainnya. Karena Kelas Blogger ini berbeda, milik bersama dan siapa saja boleh mengikuti kelas ini." Meski berbeda, Kelas Blogger sudah memiliki susunan keanggotaan tersendiri, seperti adanya Kepala Sekolah, kemudian ada juga Ketua Kelas. Kepala Sekolah memiliki posisi yang tetap selama masa jabatannya. Kemudian Ketua Kelas, ini berbeda-beda pada setiap acara. Setiap acara memiliki Ketua Kelas yang berbeda pula. 


Kelas Blogger @ipehalena


Komposisi Pada Sebuah Foto

Usai sambutan dan perkenalan, materi di kelas dimulai, dan narasumber untuk materi "Praktek mengabadikan peristiwa melalui kamera Handphone" adalah Kang Dudi Iskandar. Sekilas perkenalan, kalau Kang Dudi ini seorang blogger yang juga tergabung dalam komunitas Jakarta Hitam Putih, yang sangat menyenangi dunia jurnalisme. Belakangan, saya mengetahui kalau Kang Dudi tengah menekuni Street Photography.

Sebelum masuk pada teknik untuk memotret dari kamera handphone. Kang Dudi memberikan pemahaman tentang apa dunia fotografi. Menurutnya, foto yang jelek adalah foto yang disimpan di hard disk

Pada foto-foto yang menggunakan kamera Smartphone, ada beberapa hal yang perlu dicatat yaitu

* Foto yang diambil dari kamera handphone tidak dicetak dalam ukuran yang besar
* Objek foto tidak bergerak
* Cahaya saat memoto harus mencukupi

Tidak banyak orang yang mengetahui tentang apa saja unsur pada sebuah foto. Di Kelas Bloger, Kang Dudi menjelaskan apa saja unsur-unsur yang sebenarnya ada pada sebuah foto. Ada unsur Teknik. Posisi, Komposisi dan Momen. Momen merupakan unsur yang tidak banyak bisa diulang karena Momen hanya terjadi sekali dan tidak bisa diulang (secara spontan).

Masuk pada komposisi dasar fotografi, semua peserta antusias mendengarkan materi yang disampaikan oleh Kang Dudi, termasuk saya yang kemudian banyak menyadari bahwa kesalahan yang paling sering saya lakukan adalah merekam gambar dengan model posisi kamera potrait. Posisi mengambil gambar yang baik ternyata menggunakan posisi landscape, agar seluruh gambar terekam dengan baik. Untuk fokus dengan menggunakan crop tidak dipermasalahkan.

Masuk pada poin pertama Komposisi Dasar fotografi, yaitu Rule of Third. Peserta diminta untuk mengaktifkan Gridlines pada kamera handphone masing-masing. Kenapa? Karena ini akan membantu untuk mengenal posisi-posisi yang tepat ketika mengambil gambar pada sebuah objek. Dilihat dari contoh gambar di bawah ini, bahwa objek pada sebuah foto lebih bagus berada pada posisi yang diberi warna biru. Atau bisa disederhanakan, bahwa pada sebuah foto, user akan memfokuskan pandangannya pada posisi grid 41%. 

Gridlines
contoh penggunaan gridlines


Selanjutnya Diagonal Rule, sedikit dijelaskan melalui contoh pemandangan pantai dan langit. Yang harus dilakukan sebelum mengambil gambar, yaitu objek mana yang lebih bagus saat itu. Jika langit, maka komposisinya, Langit harus mendapat posisi 1/3 dari foto. 


Kemudian Looking Room, inilah teknik yang sering ditemukan kesalahannya. Looking Room merupakan pengambilan gambar dari sebuah objek yang mengikuti arah sudut pandang objek. Jika objek tengah melihat ke arah kiri, maka sudut pandang yang diperbanyak yaitu bagian kanan dari objek. Jika objek melihat ke atas, maka ruang yang diperluas yaitu sudut atas sesuai arah pandang objek. Dan Kang Dudi menekankan bahwa, "jam terbang memiliki peranan yang penting untuk hasil foto yang baik." Jadi, "perbanyaklah bank visual dengan melihat-lihat foto yang bagus," kata Kang Dudi.


Peserta Kelas Blogger semakin antusias dengan materi fotografi ini, masuk ke materi selanjutnya, kami diperkenalkan dengan salah satu Konsep bernama EDFAT yaitu suatu metode pemotretan untuk melatih Mata melihat sesuatu dengan detail yang tajamTahapan-tahapan yang dilakukan pada setiap unsur dari metode ini adalah suatu proses dalam mengincar suatu bentuk visual atas peristiwa bernilai berita. EDFAT terdiri dari Entire, Detail, Frame, Angle dan Time.


1. Entire, dikenal juga dengan istilah establish shot, yang menampilkan gambar pada suatu peristiwa secara keseluruhan, misalnya peristiwa banjir, maka yang ditampilkan pada gambar yaitu keseluruhan momen pada peristiwa banjir.

2. Detail, yaitu point of interest dari suatu peristiwa atau kejadian. Misalnya, mengambil gambar pada peristiwa gempa, dengan objek seorang anak kecil yang menangis. 

3. Frame, foto yang dibingkai oleh elemen lain yang berada di sekitar lokasi kejadian atau peristiwa. Misalnya, gambar yang diambil dari balik bingkai jendela, sehingga bingkai jendela terlihat jelas begitu juga gambar di luar bingkai tersebut. Dan bingkai jendela ini merupakan elemen lain pada konsep Frame.

4. Angle, tahapan ini merupakan sudut pandang yang dominan pada sebuah foto, bisa melalui ketinggian, level mata, kanan, kiri dan cara melihat. Misalnya, mengambil gambar kebakaran hutan dari ketinggian menggunakan helikopter.

5. Time, tahapan ini merupakan kombinasi yang tepat antara diafragma dan kecepatan. Di sini, juga menentukan ketepatan momen, misalnya peristiwa gempa, ada satu moment seorang bapak menggendong tubuh anaknya. Terlihat jelas, emosi objek saat itu melalui foto.


Foto Esai

Konsep EDFAT juga bisa digunakan untuk sebuah foto esai, yaaitu rangkaian foto yang memuat sebuah cerita di dalamnya. Biasanya foto esai memuat 3 - 6 foto dengan tema yang sudah harus ditentukan agar cerita pada foto tersebut tidak buyar. Di sini juga diperlukan konsep yang matang seperti, ide - tema - dan penentuan objek. 

Pada sesi sharing tentang Foto Esai, Kang Dudi memperlihatkan salah satu proyek yang pernah diikut-sertakan dalam sebuah kontes foto esai. Dari slide show foto-foto yang diabadikan oleh Kang Dudi sendiri saat CFD Jakarta, tampak bahwa taste Kang Dudi pada foto black and white sangat dominan. Bagi Kang Dudi, "foto-foto black and white memiliki sisi dramatik tersendiri." Dan benar saja, di salah satu fotonya, terlihat sisi emosional yang alami dari objek foto tersebut.

Jika ingin melihat foto-foto hasil karya Kang Dudi bisa mampir di youtube : http://www.youtube.com/user/dudiskandar



Pendukung Acara

Menurut saya, sebuah acara rasanya tidak mungkin berjalan tanpa ada banyak hal yang mendukung. Dari dukungan cuaca, dukungan tim, dukungan teman-teman juga dukungan dari keluarga. Ini yang membuat acara Kelas Blogger buat saya pribadi sukses. Pastinya, karena saya pribadi merasakan dukungan tersebut, dari mulai cuaca yang cerah, jalanan menuju lokasi acara yang lancar tanpa macet, sampai lokasi acara yang tidak begitu jauh dan mudah dijangkau.

Bertempat di NIC (Nutrifood Indonesian Club) yang ada di Apartemen Menteng Square, selain strategis lokasi ini juga mudah dijangkau dengan kendaraan umum. Meski saya berangkat diantar dengan kendaraan motor, tapi ketika pulang, saya menggunakan transportasi umum (baca Disclosure). Tidak sulit. Bukan itu saja, karena konsep acara Kelas Blogger ini potluck alias masing-masing peserta membawa makanan sendiri-sendiri yang nantinya akan dibagi juga dengan peserta lain. Membuat tantangan tersendiri untuk saya, pasalnya pilihan makanan yang dibawa tidak diperbolehkan membawa makanan yang digoreng! Wah, tentunya ini membuktikan bahwa pilihan menu makanan yang saya ajukan malah tidak sesuai dan jadi ketahuan juga kalau saya memang harus mengurangi goreng-gorengan ini. Selain membawa makanan sehat yang dikukus atau direbus atau dipanggang, tempat NIC ini juga memiliki spot yang kece untuk mengambil gambar. Sayangnya, karena terlalu serius memperhatian materi, sehingga saya tidak begitu banyak mengambil foto di sana. Belum lagi, minuman yang disediakan di NIC ini gratis dan banyak macamnya. 


Hal lain yang mendukung dari acara ini adalah hadirnya Mas Seno Pramuadji yang kembali mengkampanyekan peserta untuk segera move on ke jaringan 4G. Dan ini juga merupakan salah satu proyek himbauan dari pemerintah Indonesia, karena nantinya jaringan di Indonesia akan menggunakan jaringan 4G ini. Selain itu, Mas Seno juga memberikan gambaran apa saja keuntungan menggunakan 4G LTE, selain bebas buffering, juga untuk urusan download lancar. 


Apalagi yang mendukung suksesnya acara ini? Yang pasti saya dan peserta lainnya bahkan sudah datang dari jam 8 pagi. Padahal acara baru dimulai sekitar jam 9 pagi. Inilah dukungan berupa antusiasme dari peserta yang tidak bisa dikesampingkan, karena semangat mereka menular juga pada saya. Juga, pada acara Kelas Blogger ini, banyak doorprize yang menarik, sehingga peserta yang hadir semakin bertambah semangat (ada maunya ini ya hehe).


Nantikan materi selanjutnya "Teknik pengambilan video" pada postingan berikutnya.


** Tulisan ini bukan tulisan yang dibayar, tulisan ini berdasarkan pengalaman langsung pemilik blog mengikuti acara Kelas Blogger **



Comments

  1. Terima kasih sudah berkenan hadir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 Kang. Terima kasih juga dikasih kesempatan buat ikutan

      Delete
  2. Seru ya Mbak dan alhasil kita kopdaran ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru banget yes!! Papotoan bedua hehe

      Delete
  3. pengen ikutan juga kalau ada lagi...gimana caranya ya mbak? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Langsung aja cuss ke kelasblogger.com

      Delete
  4. kadang aku alfa nih masalah nentukan gridlines
    padahal penting ya untuk ngepasin posisi si objek foto
    wah musti kucatat ni triknya kang dudi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gridline itu trik untuk membantu :)

      Delete
  5. Keren nih tipsnya, kalau aku masih nerapin yang sembilan kotak aja, dan pencahayaan yang bagus, kirain foto yang bagus harus pakai kamera mewah..

    ReplyDelete
  6. Keren... lengkapnya. thx ya Ipeh sudah datang ke Kelas Blogger

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hatur nuhun juga udah dikasih kesempatan ikutan :)

      Delete
  7. Aaah mbak Ipeh kok nggak ajak-ajak siiih? *mewek di pojokan kamar sambil gigitin tali guling*

    Artikelnya bagus banget. Semua yang mbak dapat dari materi kelas Blogger ini bisa juga diterapkan dengan menggunakan kamera saku atau DSLR.

    www.talkativetya.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihihi, keep update aja mba tya di kelasblogger.com

      Delete
  8. Wah seru banget.. bermanfaat pula. :D

    ReplyDelete
  9. Pernah dengar juga deh ini mba.
    BTW, postingannya bermanfaat banget ini. Thank you mba

    ReplyDelete
  10. gridlines itu di setting kamera ya adanya?

    ReplyDelete
  11. NIC : Nutrifood Inspiring Center mbakk, hihihi..
    Keren nih tulisannyah

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih




domain murah