International Women’s Day

March 11, 2016

International Women’s Day – Selasa kemarin (8 Maret 2016) diperingati sebagai hari Perempuan di seluruh dunia, dimana hari spesial tersebut didedikasikan untuk semua perempuan dari beragam ras, suku dan agama. Dan kemarin, sebenarnya saya tidak memiliki ide untuk menulis apa. Kemudian, di salah satu saluran televisi kabel, diputar sebuah film yang sudah sangat lama saya tonton dan baru kali ini saya tahu judulnya. Karena, dahulu kebiasaan buruk saya terlampau mendominasi sehingga saya malas untuk mencatat judul film-film yang menurut saya bagus. Sepanjang film, sudah dapat ditebak, sama pengaruhnya seperti pertama kali saya menontonnya. Yaitu : menghayati hingga film berakhir. Jadi, sebelum saya terlalu antusias kemudian lupa untuk menuliskan apa film yang saya tonton, ada baiknya saya focus pada film yang berkisah tentang seorang Ibu yang mencari anaknya.

International Women’s Day
Source : Google Image














Movie Detail
Title : Changeling (2008) | Director : Clint Eastwood | Writer : J. Michael Straczynski | Release Date: 31 October 2008 (USA) | Language: English | Cast : Angelina Jolie (Christine Collins), Gattlin Griffith (Walter Collins), Michael Kelly (Detective Ybarra), John Malkovich (Rev. Gustav Briegleb), Jeffrey Donovan (Captain J.J. Jones), Eddie Alderson (Sanford Clark), Jason Butler Harner (Gordon Northcott)

Short Storyline
Los Angeles, 1928. Seorang Janda yang baru kembali dari bekerja kehilangan anaknya yang berusia 9 tahun. Dia menelpon LAPD untuk menginformasikan tentang kehilangan anaknya tersebut. Lima bulan kemudian, seorang anak dari illinois yang sesuai dengan kriteria yang telah disebutkan oleh Christine Collins ditemukan, anak tersebut mengatakan bahwa dia adalah anaknya Christine Collins. Sebagai sebuah bukti dan untuk keperluan pemberitaan, LAPD meminta pers untuk memotret kedua ibu dan anak tersebut, namun Christine Collins tetap bersikukuh kalau anak itu bukan anaknya. Kepolisian menolak mempercayai Christine, alih-alih justru Christine dianggap pembohong atau histeris. Saat Christine berusaha melawan dan mengkritik kinerja kepolisian, saat itulah LAPD menggunakan kuasanya untuk mengintimidasi Christine secara tersembunyi. Di saat yang bersamaan, seorang polisi yang sedang mencari seorang remaja yang akan di deportasi dan dipulangkan kembali ke Kanada, justru remaja tersebut menceritakan sebuah kisah yang membuat kening berkerut.
Setting
Bertempat di LosAngeles pada tahun 1928, ketika berita kehilangan anak hanya akan diproses setelah melewati waktu 24 jam. Saat, dimana perempuan dianggap lemah, hanya berisi perasaan, ketidak logisan serta histeria. Pada masa itu, orang-orang yang masuk ke rumah sakit jiwa dengan kode operasi tertentu, merupakan perempuan yang dijebloskan tanpa surat hanya karena menceritakan kebenaran. Ketika, rumah sakit jiwa masih menggunakan alat kejut listrik yang ditempelkan di kepala pasien untuk menenangkan mereka. Juga, saat dimana pemeriksaan terhadap pembunuhan masih belum secepat saat ini.

Dan kisah ini, diambil berdasarkan sebuah kejadian nyata yang terjadi sekitar tahun 1920-an.

Missing Child

Mungkin saya tidak akan menceritakan bagaimana jalan cerita ini dengan alur yang sama sebagaimana tersaji pada film layar lebar. Saya berusaha untuk menceritakannya berdasarkan beberapa poin yang saya ambil ketika saya menonton film ini. Kehilangan anak, siapa yang tidak sedih ketika mendapat anaknya hilang, tidak ada di rumah tanpa jejak. Kemudian ketika dicari di sekeliling rumah sampai lingkungan sekitar, masih belum ditemukan. Bagaimana rasanya, ketika menelpon pihak kepolisian, tapi ternyata jawaban yang didapat adalah : “Sesuai prosedur kami, bahwa kehilangan anak hanya dapat diproses setelah 24 jam.” Kemudian ketika Anda membela anak Anda sendiri, bahwa anak Anda tidak pernah melakukan hal ini dan kepolisian menjawab, “kami sering mendapati laporan kehilangan anak, kemudian sebelum 24 jam anak-anak itu sudah kembali karena mereka tengah bermain bersama teman-temannya. Dan lupa waktu.”
Bagaimana? Di film ini, penonton diajak merasakan debaran dan keresahan hati Christine Collins karena kehilangan anaknya. Tapi, juga mencoba bersabar sama sepertinya ketika menunggu hingga 24 jam, sampai kasusnya bisa segera ditangani oleh kepolisian. Pada masa itu, anak-anak yang hilang sangat banyak. Karena, dahulu teknologi masih terbatas, kemudian masih banyaknya daerah-daerah sepi yang tampak ‘tidak berbahaya’ justru mengecoh pihak kepolisian. Pada detik inilah, para anak-anak yang hilang ini, masih belum menemukan solusi. Seakan menjadi tumpukan kasus yang terabaikan di meja kepolisian.

Single Parent
Christine Collins adalah seorang Janda. Dia tidak menyebutkan dimana sang mantan suami berada. Hanya saja, sebagai orang tua tunggal, dia berusaha untuk mencukupi kehidupannya serta anaknya. Meski harus meninggalkan Walter Collins di rumah sendirian. Saat itu, beberapa jam sebelum Walter ditemukan hilang, mereka berdua tengah merencanakan untuk pergi menonton bersama. Tapi, demi pekerjaan – setelah ditelpon oleh temannya di kantor – Christine akhirnya memutuskan untuk berangkat bekerja. Meski dia berusaha untuk menitipkan sedikit penjagaan Walter Collins pada temannya yang lain yang akan mampir selama beberapa jam.
Di sini, tidak tampak kehadiran sosok sang mantan suami. Seakan mengisyaratkan bahwa Christine harus menangani masalahnya sendiri. Bagaimana rasanya? Ketika selama dua minggu, anak Anda belum juga mendapat kabar, tapi Anda masih dituntut untuk bekerja demikian optimalnya. Sampai akhirnya sampailah waktu lima bulan, ketika dipertemukan dengan seorang anak. Sementara, itu bukan anaknya. Tapi, Christine tetap harus bekerja, tetap harus berusaha mencari tahu bagaimana dan dimana anaknya berada. Sendirian, melawan pihak kepolisian yang menentangnya habis-habisan.

LosAngeles Police Department (LAPD)
Dua minggu setelah berita kehilangan Walter Collins dan polisi belum memiliki hasil atau bahkan berita terkait kehilangan. Pihak gereja mengadakan acara khusus untuk mendoakan Christine agar masalahnya segera selesai. Namun, bukan itu saja, Gustav menceritakan juga pengamatannya terhadap Kepolisian yang sudah dicampuri urusan politik. Dimana, pihak LAPD tidak pernah ‘menyelesaikan’ masalah dari warga LA, tapi hanya berusaha menutupinya dengan jalan yang licik. Gustav membongkar semua kedok politik dan LAPD yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Melalui siaran radio, dia sering mengumumkan informasi agar masyarakat tidak dibodoh-bodohi dengan semboyan LAPD ada untuk mengayomi masyarakat. Justru, yang mereka lakukan lebih banyak bersifat konspirasi untuk ‘menutupi’ dari masyarakat luas.
Salah satunya adalah kenyataan, bahwa LAPD membuat kondisi seolah-olah kejahatan telah berhasil ditaklukan, padahal LAPD justru membunuh orang-orang yang tidak dikenal, kemudian membuang mayat-mayat mereka di selokan, di pinggir jalan, di pasar-pasar. Sampai pada akhirnya, kelambatan pihak kepolisian yang justru tidak segera menindak lanjuti kasus Walter Collins, membuat Gustav geram dan mengecam LAPD serta pemerintahan setempat. Inilah yang membuat kepala Kepolisian mengambil inisiatif.

Mental Hospital

Code 12, begitulah alasan kenapa Christine Collins dimasukkan ke Rumah Sakit Jiwa alih-alih penanganan terhadap traumanya. Hanya karena menentang pihak polisi. Di rumah sakit ini, Christine bertemu dengan salah satu pasien yang juga menceritakan, berapa banyak wanita yang dijebloskan ke dalam Rumah Sakit tersebut hanya karena menyalahkan polisi atau anggota polisi. Contohnya, Carol Dexter, yang menceritakan pada Christine tentang wanita-wanita yang masuk ke RSJ tersebut karena code 12, dia seorang Perempuan yang bekerja di Klub Malam. Suatu ketika, dia mendapat pelanggan yang memukulinya terus menerus, hingga akhirnya dia membalas. Setelah membalas, dia dijebloskan ke RSJ tersebut, karena ternyata pelanggannya itu adalah salah satu anggota polisi.
Di rumah sakit itu, banyak perempuan-perempuan yang bahkan tidak keluar dan menjadi tua di sana. Carol mengatakan, kalau dia tak makan dia akan dianggap gila, kalau dia banyak tersenyum, dia akan dianggap memiliki kelainan dan kalau dia diam. Dia akan dianggap tidak memiliki emosi. Sehingga tampak jelas, bahwa berada di Rumah Sakit tersebut, tak ada jalan keluar kecuali ada seseorang yang mau membantumu keluar.
Ada salah satu adegan dimana Christine menolak untuk minum obat. Dia bersikeras, karena obat tersebut adalah obat penenang dan yang ingin Christine lakukan hanya keluar dari Rumah sakit tersebut kemudian mencari anaknya. Di sini, Carol kemudian membela Christine, dan setelahnya, Carol justru dipaksa untuk mendapat salah satu treatment yang dahulu - pada masa itu - masih legal dilakukan, yaitu : Terapi Listrik. Alat yang ditempelkan ke pelipis pasien kemudian dikejutkan dengan aliran listrik.
Sayangnya, Kepala Dokter di Rumah Sakit tersebut, merupakan orang yang sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian. Sehingga mereka benar-benar patuh dengan perintah yang diberikan pada pihak kepolisian. Jadi, meski tidak menemukan keanehan pada Christine kecuali sikapnya yang keras, pihak dokter dan suster di sana tetap memperlakukannya sama seperti pasien lain selain Code 12.
International Women’s Day
Source : Accesshowbizz

ILLEGAL Immigrant

Warga Negara Asing yang masuk ke suatu wilayah tanpa surat sudah dapat dipastikan menyandang status "Imigran Gelap". Ini juga yang terjadi pada Sanford yang ternyata dia merupakan pelarian dari Kanada. Masuk ke wilayah lain tanpa  surat izin, kemudian tinggal bersama sepupunya, Gordon. Sebenarnya penangkapan San justru karena dia terdaftar sebagai Imigran Gelap. Tapi, penangkapannya justru membawa kepolisian pada satu fakta lain.

Miscarriage of Justice
Sepertinya, penggunaan kekuasaan yang salah bukan kisah yang aneh jika kita runut kejadian demi kejadian yang sering terjadi di kehidupan. Sama seperti ketika tahun 1920-an, ketika politik merajalela hingga kebusukannya menyeluruh dan memasuki bagian-bagian hingga pihak kepolisian. Di sini, kepala polisi bekerja sama dengan Walikota yang ingin memperpanjang masa jabatannya sebelum pemilihan ulang, dengan mengiming-imingi 'keamanan' yang ternyata kamuflase, agar masyarakat tidak melihat sisi nyata dari kejadian sebenarnya.
Sama dengan kasus Christine yang kemudian, ternyata anak lain yang mengaku Walter diiming-imingi sesuatu yang membuatnya mau mengaku. Ini untuk menutupi, atau bisa dikatakan untuk 'membereskan' masalah yang masuk dengan cepat. Apalagi ketika di film ini, ditunjukkan bahwa pihak kepolisian meminta pers untuk menulis sesuatu yang baik tentang kepolisian.
Tapi, ini jugalah yang membuat Kapten Jones justru terlihat semakin mengesalkan, dengan menggampangkan kasus, serta mengambil keputusan terburu-buru hanya untuk 'menyingkirkan' Christine. 

The Story of Child Murder
 Sanford yang ditangkap oleh polisi karena menjadi imigran gelap, akhirnya mengungkap fakta yang membuat Detektif Ybarra kemudian mengusut segala sesuatu yang ganjil. San menceritakan bagaimana Gordon - sepupunya - itu mengancamnya, jika melarikan diri San akan dibunuh. San mengatakan pada Ybarra, yang dilakukan Gordon membuat mereka berdua melakukannya secara bersama. Pemaksaan yang membuat San, justru menyesal seumur hidupnya, hanya saja dia tidak dapat menolak hingga akhirnya juga melakukan hal tersebut.
San menceritakan bagaimana mereka mengajak anak-anak lainnya bersama, Gordon tahu dan paham, kalau ada San di dalam mobil fan tersebut, kebohongannya tidak akan membuat anak lainnya curiga. Dengan kata lain, jika ada seorang anak lelaki di dalam mobil tersebut dan terlihat aman, maka dia akan aman juga. Inilah mengapa jejak Gordon sama sekali tidak tercium oleh kepolisian dan tidak dianggap aneh. 
Kenyataannya, ada 20 anak yang diakui San. Dan dari beberapa foto yang disodorkan oleh Ybarra, beberapa diantaranya masih dikenali dengan baik. Ini yang membuat Ybarra mengusut tuntas kasus tersebut bahkan tanpa izin dari Kapten Jones, karena dia tahu Jones tidak mau bersusah payah menyelesaikan kasus tersebut.

Hope
Sebuah berita mengejutkan, David - salah satu anak yang hilang - ditemukan dan sedang diinterogasi bersama polisi. Ini yang membuat Christine kembali mendapat harapan. Belum lagi cerita dari David yang terus membuat Christine pada masa itu melanjutkan pencariannya. Tapi, tidak diketahui apakah pencariannya terhenti atau bagaimana.
Hanya saja, dari perjuangan seorang Christine yang maksud awalnya ingin menemukan anaknya, membuat segala hal menjadi lebih baik. Harapan masyarakat kembali muncul, dengan dipecatnya Kapten Jones dan kepala Kepolisian. Juga mundurnya Walikota saat itu dari pemilihan ulang. Kenyataan sudah dipertontonkan kepada Masyarakat bahwa yang sebenarnya adalah mereka hanya diberikan kondisi yang tak nyata terhadap rasa aman.
Kemudian, para perempuan yang masuk ke Rumah Sakit dengan code 12, dibebaskan. Harapan para wanita tersebut yang sebelumnya pupus, muncul kembali. Mereka bebas dan peraturan pemerintah kembali dirombak terkait penjeblosan kaum perempuan ke Rumah Sakit Jiwa.
Harapan, yang selalu menjadi bara api bagi manusia untuk terus bergerak meraih apa yang mereka impikan. 

Changeling :  Ternyata, dalam istilah bahasa Inggris, Changeling ini sendiri memiliki artian yaitu  a child believed to have been secretly substituted by fairies for the parents' real child in infancy
Kenapa tidak saya artikan? Karena rasanya, istilah ini lebih dari sekadar mengartikan bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Ada sesuatu yang belum bisa saya jelaskan karena saya sendiri pun baru mengetahui hal ini. Ada makna yang dalam dari istilah ini. Sehingga saya tidak berani untuk mengartikan begitu saja. 

Pendapat Ipeh Alena

Film yang mengusung tagline "To find her son, she did what no one else dared." Menegaskan bahwa perempuan yang menjadi tokoh utama dalam film ini, memperjuangkan banyak hal hanya demi satu tujuan : MENEMUKAN ANAKNYA. Siapa yang tidak melakukan hal yang sama dengan Christine Collins jika dihadapi dengan permasalahan seperti itu? Pastinya, setiap Ibu akan memperjuangkan apa saja demi kebaikan dan keselamatan anak-anak mereka.

Tentang film Changeling kenapa perlu ditonton :
1. Bagaimana film ini dibuat, hingga setiap adegan benar-benar mempengaruhi penonton. Apalagi film ini dibuat berdasarkan kisah nyata.

2. Emosi setiap pemain yang justru tidak berlebihan, benar-benar seakan merekalah yang mengalami hal tersebut. Ini tampak ketika, San menceritakan bagaimana dia dan sepupunya melakukan sesuatu yang membuat Detektif Ybarra tercengang. 

3. Penggambaran tahun 1920-an yang membuat saya mengacungi jempol. Karena, dengan minimnya teknologi ini benar-benar menjadi alasan yang rasional ketika menghadapi sebuah kasus dalam segala bidang.

4. Pengalaman kerja Christine Collins, di film ini, penonton dibawa kembali ke masa lalu, saat telegram dan sambungan telepon masih menggunakan operator.

5. Film ini tidak menguras air mata, tidak juga membuat saya pribadi kemudian memaki atau menyalahkan salah satu tokoh. Justru, film ini mengajarkan saya tentang "Melihat dari sudut pandang berbeda". 

Layak tontonkah film ini? Saya katakan YA.

  • Share:

You Might Also Like

28 comments

  1. Wah.. Review nya kerenn mba.. Ini ada sponsor nya ya mba ipeh..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwk, gak ada sponsor sama sekali mba. Atau mba mau sponsorin ?? :D

      Delete
  2. Wah.. Review nya kerenn mba.. Ini ada sponsor nya ya mba ipeh..?

    ReplyDelete
  3. Happy International Women's Day yaaaa.. Great review indeed

    ReplyDelete
  4. Riviewnya lengkap banget mba.. jadi tertrik untuk nonton langsung. :) noted !

    ReplyDelete
  5. Wah reviewnya asik. Jadi pengen nonton filmnya. Dari kasus anak hilang ternyata bisa membuka banyak tabir politik, ya.

    ReplyDelete
  6. Wahini asik banget reviewnya... Saya suka semuanya. Hehehe.

    Selamat hari perempuan internasional ya, mbak.

    Salam hangat selalu,
    Zia

    ReplyDelete
  7. Saya nonton film ini sekitar 2 tahun lalu di tv cable.
    Cerita dan pemain yang kuat..! Thumbs up for the movie and your review... ����

    ReplyDelete
  8. Tadi kukira salah ketik "Chalenging" jadi "Changeling". Ternyata artinya itu to. Terima kasih reviewnya Mbak Ipeh :)

    ReplyDelete
  9. Suka reviewnya wow cetar aku belum nonton film2 ituu

    ReplyDelete
  10. Saya belum pernah nonton film2 itu.. Senang nonton film baru2 aja :D

    ReplyDelete
  11. Baru baca postingan ini saja, emosi saya sudah ikut larut *hiks*

    Berat baget ya jadi perempuan di masa itu, di sana. Pantesan orang2 barat begitu getol menyuarakan kesetaraan gender :(

    ReplyDelete
  12. jadi penasaran pengen nonton filmnya.. terimakasih reviewnya Mbak Ipeh :)

    ReplyDelete
  13. Mba ipeh. Selamat yaa.. Reviewnya aku sukaaa bgt.. Dibaca dari awal smpai akhir.. Pengen bisa bikin review bagus kaya gini.. :)

    Aku suka film2 genre psikologi kaya gini. Jadi pengen nonton bgt.. Hee

    Btw. Kondisi polisi thn 1928 di sana kok sama kayak kondisi polisi indonesi jaman sekarang ya? #eh..

    ReplyDelete
  14. review yang bagus bu, lanjutkan ke film yang lain. seperti kungfu panda misalnya..hehe

    ReplyDelete
  15. Sama dengan mbak Aprilia, sepintas saya bacanya challenging. haha...kurang teliti ternyata ya.

    saya mah ga cukup 'berani' nonton film beginian mbak. takut terbayang-bayang.

    ReplyDelete
  16. makasih referensi filmnya mba , siapa tau nati ada waktu luang dan bisa nonton :)

    ReplyDelete
  17. saya juga sdh nonton kereeen

    ReplyDelete
  18. Wew...mantap reviewnya nih....:-)

    ReplyDelete
  19. SUka film2 yg cewenya cerdas & pemberani.

    ReplyDelete
  20. Jadi pingin cari filmnya juga apalagi ini berdasarkan kisah nyata ya

    ReplyDelete
  21. Cakep nih buat refernsi..

    Thanks

    ReplyDelete
  22. Wah ternyata dalem banget ya pemaknaan dari hari ini

    ReplyDelete
  23. M=Nice article mbak. Tulisannya lengkap banget

    ReplyDelete
  24. sudut pandang yang menarik dari pereview,
    jadi ikut terbawa emosi

    ReplyDelete
  25. gatau knpa saya seneng bgt liat film yg terinspirasi dari kisah nyata :)

    ReplyDelete
  26. saya jadi bingung ini yang bagus artikelnya apa filmnya, hehe..yang jelas artikelnya keren mbak

    ReplyDelete

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih