#30HariMenulisSuratCinta Hari ke - 3

Kepada Orang yang menertawakan orang lain,

Sebagian kecil manusia, ada yang bisa tertawa dan menertawakan ketika orang lain tengah kesulitan. Mereka pikir ini lucu, hidup mereka itu lucu dan mereka pikir mereka pantas menertawakannya. Tapi, dalam kehidupan ini, ada orang-orang yang bahkan tanpa bisa menteskan air mata, mereka tahan semua suara tawa yang menggema dan menggaung hingga kepala mereka berdengung.

Sungguh, ketika tawa itu justru digunakan untuk mengucilkan, untuk menghina apalagi untuk merendahkan orang lain. Esensi dari tawa dan fungsinya sudah menguap hingga rasanya, banyak hati yang terjangkiti oleh rasa sedih, kesal dan bahkan ada yang dendam.

Orang lain hanya bisa menuduh, sementara si 'badut' tetap ditertawakan, dihina dan digunjing hingga mereka mati membawa hinaan tersebut.

Ada manusia yang tertawa ketika orang lain kesulitan. Mencoba mencerna apa yang orang lain pahami, kemudian orang lain pikir, itu lucu. Hingga tertawalah mereka, pada orang-orang yang menjadi 'badut' bagi mereka.

Duhai, orang yang menertawakan orang lain.


Semoga tawamu membahana hingga duniamu dipenuhi dengan lelucon tentang kesedihan sebagian kaummu yang lain.

Semoga tawamu membuatmu menitikkan air mata, sampai hatimu penuh dengan kebodohan-kebodohan yang kau pikir dari orang lain.

Semoga tawamu membuatmu tak dapat berhenti memikirkan kesulitan orang lain yang kau anggap lucu.

Semoga hari-harimu senantiasa dipenuhi tawa, yang ditujukan bagi orang lain yang menjadi 'badut' untukmu.

Tawamu, telah meresap ke dalam hati setiap jiwa. Merobek-robek pertahanan mereka, hingga tiap-tiap mereka, tak lagi mampu menangis apalagi memendam tanya.

Tidak ada lagi tempat bagi mereka yang berusaha untuk menjadi lebih baik dengan bertanya. Tak ada lagi tempat bagi mereka yang 'pernah melakukan kesalahan' juga tak ada lagi tempat bagi mereka yang tengah menderita dan butuh pertolongan. Karena, jika mereka mempertahankan posisi mereka di tengah kerumunan, mereka hanya akan ditertawakan.

Oleh mereka yang menganggap diri mereka sosok yang pantas menertawakan. Oleh mereka yang menjadikan hidup orang lain menjadi lelucon.


Semoga surat ini sampai padamu, dengan harapan yang lebih besar : bahwa kau dapat membawa semua lelucon hidup orang lain untuk ditertawakan.






Comments

  1. Aku paling sebel mbak sama orang yang menjadikan segala sesuatu menjadi lelucon.
    Dan semoga kita bukan menjadi orang yang menertawakan kesulitan orang lain lebih menjadi orang yng positif dan belajar selalu dari orang lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, aamiin, saya sendiri bingung kalau berhadapan dengan orang seperti itu, kok bisa gitu ya :(

      Delete

Post a Comment

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih

Instagram




domain murah