#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-2

Kepada Ananda,


Ketika Ananda membaca surat dari Ibunda, saat ini sekitar pukul 10 pagi lewat beberapa menit. Bunda ingin tanyakan kabar Ananda, sehatkah? Sedihkah? Bahagiakah? Ibunda boleh bertanya pada Ananda? Tapi, Ananda jangan marah, jangan berbohong pada Ibunda, ya. Mengapa Ananda tidak berada di sekolah pada waktu ini? Apakah Ananda masuk siang?

Semoga Ananda bersekolah siang nanti ya, karena Ibunda memikirkan banyak hal yang tidak-tidak mengenai dirimu. Yang membuat Ibunda bersedih hati. Ibunda takut, Ananda memang tak bersekolah karena tak ada biaya. Ananda sayang, saat ini, sekolah Negeri sudah memberikan jaminan bersekolah tanpa biaya. Jangan kau korbankan mimpimu, Ananda sayang. Karena, pendidikan dan ilmu yang bermanfaat, yang dapat membuat Ananda memiliki derajat yang tinggi di antara manusia yang lain.


Ananda sayang, pasti ada alasan mengapa Ananda hanya menyukai tempat bermain PS atau Warnet tempat game online, sebagai tempat yang membuat Ananda nyaman. Tapi, bolehkan Ibunda tahu? Mengapa Ananda tidak betah di dalam rumah? Menghabiskan waktu bersama yang lain? Katakan pada Ibunda sayang, apakah Ananda pernah disakiti? Bagian mana yang sakit? Hati ? Perasaan? Tubuh Ananda?

Apakah Ananda tidak merasakan kedamaian di dalam rumah Ananda? Ceritakanlah wahai Ananda sayang, ceritakan pada Ibunda, agar Ibunda basuh sedihmu, basuk rasa sakitmu dengan doa dan belaian lembut nan tulus dari Ibunda.


Ananda sayang, Ibunda pernah mengalami, sebuah pertanyaan yang tergantung dalam pikiran Ibunda saat masih remaja. Mengapa kita sebagai anak tidak dapat memilih orang tua? Mengapa ketika kita terlahir wajib menuruti semua mau orang tua? Mengapa ketika orang tua memukuli anak, anak masih tetap harus taat? Semua pertanyaan ini, terjawab sudah Ananda sayang. Semua tanya, selalu memiliki jawaban yang terkadang jawabannya seiring perjalanan hidup, atau saat itu juga. Hanya saja, ketika remaja, proses pemahaman kita masih belum begitu sempurna. Karena apa yang kita alami belum begitu banyak.

Ananda sayang, mari kemarilah, biarkan Ibunda memelukmu dengan erat. Ibunda tahu, kedua orang tuamu, atau walimu terkadang tidak dapat menahan amarah dan emosi mereka, sehingga membiarkan diri mereka didominasi oleh amarah dan emosi yang membuat Ananda dipukuli, dicerca, dimaki dan mengalami hal yang buruk. Ananda sayang, hidup kita memang tak dapat memilih, tapi kabar baiknya, kita dapat memilih masa depan seperti apa yang kita inginkan. Ananda sayang, tidak ada impian yang terlalu tinggi untuk kita gapai. Hanya saja, perjuangan dan pengorbanan untuk menggapai impian itu, lebih memakan energi, usaha dan waktu Ananda. Semua pilihan untuk masa depan Ananda, ada di tangan Ananda.

Apakah Ananda ingin bertemu dengan orang-orang yang menyayangi Ananda? Teruslah menyayangi kedua orang tua Ananda, teruslah bermimpi dan berusahalah semampu Ananda. Karena hidup merupakan proses, jatuh dan bangun, agar Ananda dapat kuat berjalan atau berlari.

Ananda sayang, apakah kamu akan berangkat sekolah? Berdoalah, agar perjalananmu diberi kemudahan dan ilmumu diberikan keberkahan dan menjadi manfaat bagi Ananda dan orang sekitarmu.

Dari Ibunda yang selalu menyayangi Ananda dimana pun Ananda berada.




Comments

  1. I love my parents much...thanks for sharing Mbak

    ReplyDelete
  2. Semacam surat cinta untuk dikenang kelak ya Mba?

    ReplyDelete
  3. Sungguh sangat keren dan luar biasa :')

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih




domain murah