KEB 4 Tahun Berkaya

KEB 4 Tahun Berkaya - Adalah sebuah kesuksesan ketika komitmen dalam membangun dan membentuk wadah untuk banyak Perempuan di Indonesia menginjak usia yang tidak cukup lama. Bukan sekadar satu atau dua tahun, tapi empat tahun. Selama itu pula, setiap posisi dalam organisasi yang dituntut untuk terus berkembang dan terus bertanggung jawab dalam komitmennya, berusaha semaksimal mungkin. Saya yakin, hasil jerih payah mereka terbayar dengan diakuinya wadah perkumpulan ini sebagai sesuatu yang menginspirasi banyak orang.



Struktur orang-orang di dalamnya, apakah digaji? Sesungguhnya dalam berkomunitas dan komitmen untuk mengoptimalkan komunitas tersebut, merupakan bentuk sukarela. Tidak digaji, namun mereka berjuang untuk sebagian yang lain agar dapat mengambil manfaat dalam wadah yang mereka usahakan. Ini juga yang saya rasakan manfaatnya.
Kehidupan memang menyajian banyak perbedaan, begitulah cara Tuhan mengatur setiap makhluknya. Ada yang A, B, C, ada kombinasi Ac, Ab dan segala macam bentuk rupa, watak dan kebiasaan. Hal yang paling jelas adalah, dimanapun dalam kehidupan sosial pasti akan ada perbedaan dan banyak. Ada kubu pro dan kontra, ada juga kubu tambahan yang berharap dapat netral meski tidak netral juga. Dan segalanya. Perbedaan inilah, yang membuat kehidupan lebih berwarna.
Namun, apakah kemudian perbedaan ini menjadi momok? Sepertinya, tahun baru ini tidak perlu lagi menyikapi perbedaan dengan bertentangan, tidak perlu lagi memaksa kehendak. Tapi, perbedaan inilah justru harus menjadi inspirasi untuk terus berkarya dan membawa perubahan. Perubahan bahwa perbedaan itu ada dan harus diyakini keberadaannya. Agar dalam praktek kehidupan, perbedaan tak perlu lagi menjadi jurang pemisah.
Ada banyak kelompok, level, kubu, namun tetap satu, di dalam wadah ini adalah semuanya perempuan. Itulah yang membuat mereka sama. Di dalam wadah kumpulan ini, mereka semua adalah blogger. Itulah yang membuat anggota Kumpulan Emak Blogger ini sama. Dan mereka yang berada dalam wadah komunitas ini adalah seorang penulis. Dan itu juga membuat mereka sama. Karena, sama-sama menulis, meski berbeda tulisanya, berbeda gaya penulisannya, berbeda cara penyampaiannya. Pasti berbeda, dan harus berbeda, agar terdapat ciri khas masing-masing.
Jadi, kunci saja rapat-rapat semua pintu yang mempersilakan pemecah perbedaan agar tidak merombak apa yang sudah dibangun. Berterima kasih-lah pada siapa saja yang sudah berupaya mengoptimalkan komunitas ini. Mereka-mereka adalah orang yang tidak banyak disadari, mereka-mereka adalah orang yang berusaha meski bukan siapa-siapa bagi sebagian yang lain, hanya karena mereka ingin memeperjuangkan kemajuan dari perempuan. Dan eksistensi perempuan yang maju dan beradab.
Tahun kemarin, saya belajar banyak, sangat banyak. Salah satunya belajar untuk tetap bersaing secara kompetitif. Meski banyak yang mengeluh, tapi saya yakin, segalanya tidak akan bisa tercapai jika kemudian berhenti begitu saja. Saya mengambil banyak hal dan pembelajaran tentang berkomunitas, tentang berorganisasi, seakan saya kembali pada masa-masa sekolah dahulu. Bagaimana menghargai pendapat, bagaimana menerima pendapat dan kritik, dan bagaimana menjadi orang yang tetap rendah hati meski berada jauh di atas.
Pembelajaran ini tidak gratis. Butuh perjuangan dan pengorbanan untuk mempelajarinya. Untuk merenungkannya dan untuk menjadikan segala sesuatunya tak hanya sekadar ghibah semata. Justru di sinilah, manusia seakan diuji kemampuannya bertahan hidup dalam sebuah wadah. Kemampuan untuk tetap bertahan meski kalah, kemampuan untuk mengambil pembelajaran ketika kalah. Dan kemampuan untuk mempelajari kesuksesan dari orang yang sukses dengan mudah. Mereka yang tergabung dalam komunitas ini adalah mereka yang menjadi saudari satu sama lain. Saling memberi melalui tulisan mereka. Saling menginspirasi melalui karya-karya dan pencapaian mereka.
Sebuah kebanggaan saya bisa belajar bersama mereka-mereka yang berada dari ujung Indonesia, bahkan belajar juga dari mereka yang berada di luar Indonesia. Namun, tetap memiliki hati yang lapang untuk berbagi. Entah berbagi dalam bentuk kajian ilmiah atau berbagi dalam bentuk pengalaman kehidupan mereka. Tidak ada baik atau benar, karena mereka menuliskannya dengan hati yang tulus.
Karena menulis adalah sebuah bentuk pengabadian jejak dalam sebuah karya tulis. Dan blog adalah media yang mempersatukan saya dengan banyak perempuan lain yang berada di komunitas “Kumpulan Emak Blogger”.
Saya Bangga Menjadi Bagian dari KEB J.

Salam,



Comments

Instagram




domain murah