#30HariMenulisSuratCinta Kepada Kami

Kepadamu orang yang menanti,

Menghabiskan waktu dengan berbincang dengan orang lain yang duduk di sebelah. Bercerita tentang penyakit. Menyarankan hal yang mereka tahu dari orang lain.

Sementara sang dokter belum juga sampai.

Kisah kami yang sama-sama menanti sosok yang belum juga datang. Beberapa perawat tak bisa memastikan. Mungkin dokter itu masih memiliki pasien yang gawat. Atau dia sedang sibuk, atau juga sedang tidak enak badan.
Kami menanti, karena kesabaran kami tak ada batasnya. Masih berbincang satu sama lain. Tak lagi mengganggu perawat dengan pertanyaan yang sama.
Cukup memandang jarum jam yang berpindah, menunggu hingga tiga jam bukan lagi masalah.

Untuk kami yang menanti,
Di alam bawah sadar, kami tahu, kami paham. Adakalanya penantian berbuah kekecewaan. Dan itu akan ditempuh, bahkan tanpa mengeluh.
Ada beberapa yang tertidur dalam penantiannya.
Ada beberapa yang memainkan gadgetnya.

Ada beberapa yang masih mengobrol.

Ada aku yang membaca.
Kami masih setia menunggu. Kedatangan sosok berjas putih dengan wajah yang belum kami tahu. Semua dari kami memiliki kesamaan, sama-sama membawa hasil rontgen atau MRI. Sama-sama menanti dengan sabar hati.
Kepada kami semua yang menanti,
Perawat masih duduk di kursi.
Bersenda gurau atau mencurahkan hati.
Ada yang sedang menonton televisi.
Kami sebuah masih sabar menanti.
Dari kami yang menanti
Teruntuk kami yang menanti

Comments

Instagram




domain murah