Catatan Bulan Desember

December 02, 2015

Bulan Desember sudah tiba dan masuk di hari kedua. Beberapa orang masih melanjutkan komitmennya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Ada juga yang sibuk menulis resolusi dan count the bless, ini juga upaya untuk mengisi waktu dengan hal yang penting. Sama halnya dengan kegiatan lain, dalam usaha mumalah pada kehidupan.



Ditengok kembali, pasang surut hidup itu ada. Lingkungan yang baru ini saya diperkenalkan dengan ragam masalah. Yang ternyata kadang kala solusinya hanya satu : Terima dengan ikhlas. Beberapa juga saya dapati, pembelajaran dari sebagian orang yang membuat saya ingin menjadi yang tertular. Dalam hal apa?
1. Sapaan, suatu ketika saya pernah mendapati bahwa sebagian warga di lingkungan saya tinggal, banyak berisi orang-orang yang merasa ‘aneh’ jika disapa oleh orang tak dikenal. Sementara di beberapa tempat di desa atau dusun,  sapaan yang dilemparkan oleh orang asing akan dibalas dengan senyum yang sangat lebar. Terkadang mereka akan melempar komentar seperti : Mau kemana? Bagaimana kabarnya? Sehat atau tidak? Pertanyaan itu kecil bentuknya, tapi sangat berarti bagi mereka yang sadar dan paham.
2. Senyum itu mudah, tinggal perintahkan saja otak untuk menarik dua urat di sekitar pipi dan rahang agar membuat bibir otomatis mengulas sebuah bingkai yang baik. Bagaimana jika pagi hari, yang begitu memikat karena terdapat tanda kekuasaan Yang Maha Besar, kemudian diawali dengan wajah 'malas senyum’ dan 'malas diberi senyuman’.
Ini juga sering saya dapati, beberapa ibu-ibu yang menganggap orang itu asing dan tak pantas diberi senyuman atau dibalas senyumannya. Benar, senyuman yang berlebihan memang tak pantas, kalau diberikan pada orang yang tak tepat. Tapi, apakah senyuman kecil sebagai tanda menghargai dan menghormati keberadaan orang lain, merupakan situasi yang kurang tepat? Pikirkanlah lagi, segala sesuatu yang berlebihan memang tak baik. Tapi, sesuatu yang diberikan dengan semestinya akan menghasilkan kebaikan yang bertumpuk. Belum lagi, orang akan menghargai tanpa harus diminta dan disuruh.
Perenungan yang mendalam meski dari perbuatan yang kecil. Sebuah tindakan dari keberadaan manusia.
3. Antara KEPO atau memberi sedikit perhatian, jelas perbedaannya. Apakah basa-basi “Mau kemana?” Merupakan tindakan KEPO? Meski dari luar menjadi status basa-basi, hanya saja jika ditelaah dengan lebih baik, ini mendatangkan hal yang baik juga.
Begini misalnya, tetangga Anda, baik di rumah, kosan, apartment atau tempat Anda tinggal. Bertanya, pertanyaan yang sangat basi, bagi sebagian orang. Tapi ketika dijawab dengan jujur, meski menampakkan wajah kurang berkenan. Ini akan bermanfaat. Jika suatu saat, ada tamu yang hendak bertandang ke rumah Anda, orang yang dianggap basi ini, akan membantu dengan mengatakan pada tamu, kemana Anda pergi. Tanpa perlu repot-repot menuliskannya di depan rumah.
Basa-basi, memang basi bagi sebagian orang. Tapi, hal yang basi ternyata berguna, bagi orang lain yang tengah memaknai posisinya di dunia ini. Silahkan berpikir, karena terkadang Tuhan menciptakan sesuatu yang bagi manusia itu buruk, hanya saja ternyata itu baik. Tapi, terkadang pemaknaan itu baru didapat setelah menjalani proses dan izin dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Hal ini menjadi sebuah pengingat dan cerminan bagi saya. Sebuah tulisan yang nantinya merekam jejak sejarah dari perkembangan manusia dan kegiatan sosialnya. Semoga ada manfaat yang dapat diambil.


  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih