Catatan Kecil

November 18, 2015

Aku ingin memeluk mimpi-mimpi, Bunda. Agar dia tak berlari, tak sembunyi apalagi pergi. Kalau bisa aku ingin erami saja mimpi-mimpi itu, Bunda. Kalau yang saat ini sudah cukup tua kemudian gugur, masih ada yang akan melanjutkannya. Sama seperti manusia, Bunda. Regenerasi namanya, demikian yang kuketahui dari dunia ini, Bunda. Sama seperti ketika Bunda pergi, tak kembali, namun masih ada aku yang berjejak menemani semesta.
Tapi, bagaimana caranya agar mimpi-mimpi itu tak berlari, Bunda? Mereka nakal sekali, sering datang dan pergi begitu saja. Padahal, sedikit pun mereka tak pernah rindu padaku. Hanya kusaja yang merindu. Dengan adanya mimpi-mimpi, aku tak perlu sendiri lagi, Bunda. Bukan Bunda, aku punya banyak hal di sini. Tuhan beri aku banyak sekali, tapi hanya saja, mimpi-mimpiku dapat kugapai jika aku beternak dibalik selimutku. Sebelum beternak, aku sudah persiapkan segalanya, Bunda. Tapi, seringnya aku tak menemui mimpi-mimpi.

Mereka itu suka usil, Bunda. Tapi aku suka dengan adanya mereka. Mimpi-mimpi yang redup kala mentari bersinar itu pendaran cahayanya sungguh menawan Bunda. Terkadang aku seakan bisa menangkap dan menjejalkannya dalam tanganku, Bunda, setiap percikan pelitanya. Tapi, ketika aku dan mimpi-mimpi berpisah, hanya kudapati tanganku yang basah.

Boleh Bunda? Aku mengerami mimpi-mimpi? Agar nyenyak tidurku. Agar kita bisa bertemu……

Catatan kecil kala mendung menggelayut.

Bekasi

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih