I LAGALIGO dan cinta Indonesia

August 20, 2015

I LAGALIGO dan cinta IndonesiaKilas balik sejarah membuat kita meneropong secara tidak langsung pada kehidupan yang telah lampau. Dari Sejarah itu juga, tergambar kehidupan pada masa yang sudah terlewati, diwakili dengan adat, budaya dan kondisi masyarakat pada masa itu. Apa yang dibanggakan dari Indonesia ? Sebuah tempat yang dianugerahi pulau demi pulau, serta ragam adat istiadat. Apakah hanya itu ? Apakah dunia hanya mengenal Indonesia sebagai negara bekas jajahan saja ? Atau mengenal Indonesia sebagai negeri budak yang senantiasa diperbudak oleh bangsa lain ?

Dari ragam budaya dan tempat yang begitu luas ini, Indonesia tidak hanya dianugerahi macam-macam bahasa daerah dan ras saja. Tapi juga sejarah yang tidak banyak diketahui oleh banyak orang Indonesia. Sebut saja, I LAGALIGO.
Pertama kali diperkenalkan oleh seorang teman yang asli dari Makassar, terkait sejarah ini, membuat saya semakin mencintai Indonesia. Dengan mengenal segala ragam yang ada di dalamnya. Orang-orangnya, pemerintahannya, kemelutnya dan segala macam yang ada di Indonesia. Meski saya tidak taklid buta hingga mencintai tanpa landasan yang logis.
Mari sedikit saya perkenalkan dengan I LAGALIGO….
Pertama kali ditulis pada abad ke 13, oleh suku Bugis kuno. Jadi, jangan heran kalau naskah asli dari I LAGALIGO ini sebelumnya menggunakan huruf yang tidak biasa. Seperti ini contohnya :
Source from Google Image

Gambar di atas merupakan salah satu naskah asli I LAGALIGO, yang merupakan sastra terbesar  dalam sejarah indonesia, memiliki halaman sepanjang 6000 halaman ! Bahkan konon, I LAGALIGO ini tertua dibandingkan Mahabarata (CMIIW). Hanya saja, naskah yang 6000 halaman itu, merupakan naskah yang memang sudah diawetkan, jadi ada kemungkinan naskah lain masih tercerai berai tak berjejak. 
Ada beberapa bagian dalam I LAGALIGO ini yang naskahnya pada waktu itu, hanya boleh dibaca oleh para bangsawan saja. Jadi, ada beberapa bagian yang tidak diperuntukkan bagi rakyat kecil dan rakyat biasa. 

Apa sih I LAGALIGO itu ?

I LAGALIGO berisi tentang kisah awal mula manusia ada di muka bumi ini. Berawal dari seorang dewa yang dititahkan oleh Patotoque untuk mengisi dunia tengah, yaitu bumi. Dahulu, pada masa itu, menurut kepercayaan orang bugis kuni, dunia ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu Dunia atas (langit), Dunia bawah (air/samudra) dan dunia tengah yang kosong. Dunia tengah ini diminta untuk diisi agar tidak terjadi kekosongan, karena dunia tengah ini fungsinya sebagai penopang antara dunia atas dan bawah.
Sehingga ketika Sawerigading diminta untuk mengisi dunia tengah, sendiri dia membangun dunia hingga tercipta pepohonan, bangunan dan segala macam seperti yang ada pada saat ini. 




Nah, I LAGALIGO ini merupakan keturunan dari dewa dan dewi yang berasal dari dunia atas dan dunia bawah.Kehidupannya serta semangatnya sampai dia menikah dengan seorang Putri dikisahkan secara keseluruhan. 

Kisah yang cukup dikenal ini sering dipentaskan dalam setiap sandiwara. Bahkan yang menggelar pentas seni ini bukan orang-orang sembarangan. Mereka adalah para budayawan yang ingin memperkenalkan pada khalayak betapa Indonesia ini sudah begitu Kaya dengan sejarah dan sastra yang dimilikinya. Terlebih, beberapa naskah I LAGALIGO yang asli banyak di simpan di museum di Belanda juga.
Tapi, tak perlu risau, karena di Indonesia kita juga bisa melihat-lihat seperti apa dan bagaimana naskah tersebut di Museum LA GALIGO, bertempat di Makassar. Apalagi beberapa waktu lalu, di sana habis diadakan MIWF sebuah kegiatan yang memperkenalkan sastra dengan mengundang juga turis asing untuk ikut menjadi pembicara.
Mengunjungi museum demi museum membuat perjalanan yang awalnya sekadar wisata saja, menjadi lebih bermakna dan merasa lebih bangga. Meski kemelut di negeri ini seakan tidak pernah usai. Tapi, ayolah, dalam hidup tidak ada yang namanya tidak ada permasalahan. Meski masalah itu dibuat-buat atau memang hadir dengan sendirinya sesuai takdir. Tapi, akan selalu ada problematika menghampiri. Namun, tidak menyurutkan kecintaan saya pada negeri ini, bahkan semakin bangga ketika mengetahui sejarah Indonesia serta sastranya ini sering melalangbuana, memperkenalkan ‘wajah’ Indonesia pada dunia.




Kebanggaan saya terhadap Indonesia juga sastranya ini diperkuat dengan pernyataan salah seorang pembicara dalam acara ASEAN LITERARY FESTIVAL yang pernah diadakan di Taman Ismail Marzuki. Bahkan, untuk menyelesaikan disertasinya, dia membaca karya salah seorang penulis legenda dari Indonesia yaitu Pramoedya Ananta. 
Kalau ditanya lagi, mengapa saya masih mencintai Indonesia ? Apa yang dibanggakan dari Indonesia ?
Saya akan jawab semuanya, yang baik dari Indonesia.
Nikmat Tuhanmu mana lagi yang akan kau dustakan ? ~ Surah Ar-rahman
Dan menjadi warga negara Indonesia merupakan nikmat yang tak akan saya dustakan. Dan ‘Saya bangga menjadi anak Indonesia’.



  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih