Pembalut berbahan Klorin

July 07, 2015

Hari ini, saya sempat terkejut ketika membaca sebuah berita terkait pembalut yang mengandung Klorin.
Awalnya sempat Su'uzon juga nih, menyangka berita tersebut hanya sekadar berita dengan judul yang menghebohkan tapi isinya nothing. Tapi oh tapi ternyata…… saya salah. Beritanya real dan benar-benar terjadi.

Jadi, 9 merk pembalut wanita yang populer itu mengandung Klorin!!! Bahkan salah satunya juga menjadi merk yang saya pakai. Lah terus pakai apa dong kalau begini?

Sesaat saya flashback pada kisah orangtua zaman dahulu, yang sering menggunakan kain berlapis untuk menahan darah menstruasi. Tidak ada keluhan pada masa itu, apakah mereka akan takut tembus atau tidak nyaman saat tidur. Karena, kalau mendengar cerita dari para eyang-eyang sepuh, ketika mereka sedang menstruasi, kebanyakan dari perempuan itu dilarang untuk keluar rumah. Jadi, mereka dipingit selama masa menstruasi.

Nah, kisah ini kembali mengingatkan saya pada sebuah tayangan di televisi lokal. Acara jalan-jalan ke tempat pedalaman dan bertemu suku asli daerah tersebut. Kemudian salah satu kru yang bertugas ternyata sedang menstruasi. Ternyata kru wanita tersebut tidak diizinkan masuk wilayah penduduk dan diwajibkan untuk menghabiskan waktu di pondok terasing. Dan memang seluruh wanita di tempat tersebut, jika sedang menstruasi akan ditempatkan di gubuk yang modelnya seperti kerangkeng, terasing dan jauh dari tempat penduduk.

Konon, menurut mereka, wanita yang sedang menstruasi membawa roh jahat pada diri mereka. Waduhhh…serem ya.

Bersyukur di tempat saya tinggal tidak ada aturan seperti itu. Tapi, kalau dicek kembali, ada loh hubungan antara diasingkan sementara dengan kondisi menstruasi. Apalagi kebanyakan orang di suku tersebut tidak ada yang menggunakan pembalut terkenal. Kebanyakan memang masih menggunakan kain berlapis.

Back to nature, mungkin ini waktunya kembali lagi ke zaman dahulu. Kalau dipikirkan lagi, memang orang-orang zaman dahulu lebih jarang terkena penyakit akibat bahan berbahaya. Mungkin ini juga sebagai pilihan untuk menggunakan pembalut kain yang juga sedang banyak dirintis oleh UKM di Indonesia.

Nah, justru karena pemberitaan ini kita jadi tahu dan waspada. Karena ternyata untuk pembalut saja belum ada SNI-nya. Bagaimana dengan produk lain? Yang sering kita gunakan sebagai wanita. Duh, serem ya….

* Update 2016 : Pemilik merk dagang yang diisukan bahkan barang dagangannya mengandung Klorin telah meluruskan berita ini. *


  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih