Lebaran tanpa opor dan ketupat



Lebaran tahun ini lebih banyak berbeda. Sebenarnya bukan saja saat lebarannya, tapi juga saat puasa bulan Ramadhan, banyak sekali perbedaan dari tahun sebelumnya. Insya allah menjadi lebih baik, amiiin.
Tahun ini, saat puasa, saya benar-benar hanya ikut buka puasa dengan tetangga-tetangga saja. Yang lebih dekat, jadi tidak berbuka di Mall atau pusat perbelanjaan lain. Selain ramai, juga pusing karena solat Magrib tidak khusyu’, belum mengantrinya, atau tempat wudhu wanita di tempat itu, lebih sering tidak mendukung.
Mungkin kalau ditanya kenapa tidak ikut buka puasa bersama teman-teman, jawabannya mudah. Bukan karena apa-apa, tapi lebih sering karena memang situasi dan kondisi kurang memungkinkan. Dan ini justru menjadi nilai plus bagi saya, sehingga bisa lebih konsentrasi.
Serta, waktu yang terasa lebih panjang saat Ramadhan. Saat menulis ini dan mengingat kembali, saya rindu saat Ramadhan tiba.
Nah, kalau ditanya yang berbeda dari lebaran tahun kemarin dengan tahun ini apa?
Pertama, tahun kemarin saya lebaran di Surabaya. Pastinya lebih berbeda kemarin sih, tapi untuk tahun ini juga sangat berbeda! Karena saya justru bukannya memasak menu khas lebaran yang identik dengan ketupat, opor, sambel goreng kentang dan segala macam makanan khas. Saya justru menyediakan makanan Sayur bayam + Sambal + Ikan goreng di rumah.
Karena saya benar-benar bosan memakan menu yang penuh dengan santan. Allhamdulillah, karena saya tidak memasak sesuatu yang sama seperti yang lain, efeknya saya tidak ‘blenger’ dengan menu masakan yang saya temui dari rumah ke rumah lain.
Yang berbeda lagi, biasanya tahun - tahun sebelumnya, keluarga besar akan berkumpul di satu rumah. Tapi, karena saat ini Mamah berada di Surabaya, pada akhirnya, di Bekasi tidak ada lagi tempat untuk berkumpul. Dan dipindah ke depok, di tempat saudara yang lain. Lebih berbeda, dan sedikit mengenang semenjak kepergian almarhum Papah. Semoga Papah senantiasa diampuni dosa-dosanya oleh Allah. Amiiin.
Apalagi yang berbeda? Yaitu kakak saya yang biasanya lebaran di Madura, tahun ini benar-benar kumpul semua !! Pastinya lebih terasa menyenangkan. Tidak seperti sebelumnya, kalau lebaran pasti terpisah-pisah jarak, jadi lebih sering mengucapkan permohonan maaf melalui handphone. Dengan berkumpul bersama keluarga, menjadikan lebaran tahun ini #LebihBaik dari sebelumnya.
Dan juga, kebiasaan menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, ini juga benar-benar berkurang tahun ini. Salah satunya, kewajiban untuk membeli barang baru saat menjelang lebaran. Untuk masalah baju dan segala macam, memang saya tidak pernah membiasakan, tapi tetap selalu saja ada yang dibeli saat menjelang lebaran di tahun - tahun sebelumnya. Ini justru, saya lebih berpikir untuk menghemat demi bulan berikutnya, insya allah ingin menabung dan ikut berqurban. Insya allah. Amiiin. Jadilah saya merasa kalau lebaran tahun ini sangat-sangat berbeda dan menjadi #Lebihbaik.
Dan satu lagi, lebaran tahun ini sangat berbeda juga karena satu hal. Seperti di gambar atas postingan ini. Betul ! Tahun ini, wabah Batu Akik merebak ! Tidak ada yang terlewat dari penampilan bapak-bapak dan ibu-ibu yang di jemarinya tidak mengenakan batu akik. Duh, saya saja sampai kepentok berkali-kali dengan orang berbeda, entah kenapa batunya tidak disembunyikan saja sih?? Hehehe, lumayan pusing juga loh, terkena batu akik.
Banyak kisah yang menarik, seperti bepergian saat lebaran dan menjadi saksi kemacetan di jalur mudik. Sampai-sampai jarak tempuh ke tempat yang dekat saja memakan waktu yang lama. Tapi, selain dari pengalaman dan cerita tentang keseruan Lebaran, ada yang terasa lebih ketika Lebaran kemarin, yaitu sebuah kerinduan untuk bisa menghidupkan Ramadhan di hari-hari berikutnya. Insya Allah. Inilah moment terbaik yang menjadikan segalanya #Lebihbaik.


Comments

Instagram




domain murah