Tips awet muda Elizabeth Bathory

June 22, 2015

Perkenalkan….. Namaku Elizabeth Bathory. Mungkin ada beberapa dari kalian yang pernah mendengar atau mengingat ketika namaku disebut. Darimana kalian tahu? Semoga saja bukan dari para wanita penggosip yang iri pada wajahku yang awet muda!



Hungaria, sebuah tempat yang tidak asing lagi. Aku terlahir di sana. Pada bulan Agustus tanggal 7 tahun 1560. Apa kalian sudah lahir tahun tersebut? Aku sudah. Dan tetap awet muda, meski tanggal kematianku sudah tercatat di wikipedia.

Kalian tahu 1560 itu berada pada abad keberapa?

Iya, abad ke 16 akhir. Mendekati abad ke-17. Jauh berabad lamanya dari saat ini. Ini pertama kalinya aku mencatat kisahku. Kisah yang sebenarnya membuatku bangga, karena aku begitu dikenang hingga kini. Tidak peduli bagaimana cara kalian mengenangku.

Pada saat usiaku 11 tahun, aku menikah dengan
Ferenc. Tepatnya pada tahun 1575, percayalah aku bahkan belum lupa pada tahun pernikahan kami. Kami dikaruniai 5 anak yang sangat lucu. Meski ketika kecil semuanya sangat merepotkan. Beruntung aku menikah dengan seorang yang kaya, aku menangani bisnis keluarga, memiliki banyak pembantu dan kastil yang luas. Ferenc jarang di rumah, jadi aku sudah terbiasa bersama para pembantu.
Begini, aku percaya bahwa keabadian itu ada. Hanya saja harus ditempuh dengan usaha yang keras dan pengorbanan tentunya. Dan kisah diawali dengan sesuatu yang aku mulai bersama asisten yang aku percayai.

Seorang gadis pembantu yang menarik bagiku, yang nantinya bisa membantuku untuk tetap awet muda. Dari situlah aku merasa kurang dan selalu kurang. Satu gadis pembantu tidak membuat perjuanganku untuk awet muda bisa terwujud segera. Dan dua, adalah bilangan yang bagus, setidaknya lebih dari satu. Dua gadis pembantu dikabarkan menghilang. Hanya saja aku tahu mereka berada dimana.
Iya, mereka berada di tempat yang nyaman. Bermain dengan tenang di ladang gandum bersama malaikat di dekat Tuhan.
Sungguh! Jangan pernah berani mengatakan bahwa aku yang melakukan itu. Tidak! Aku tidak pernah menyiksa mereka. Tidak akan dan tidak pernah!
Tapi, kehidupanku penuh dengan berita omong kosong. Aku hanya mengantarkan para gadis pembantu menuju tempat dimana mereka tak perlu lagi bekerja. Pengabdian terakhir mereka padaku, begitu maksudku. Hanya saja, suatu hari banyak yang bertanya-tanya kemana salah satu anak gadis seorang terpandang di daerah itu pergi? Konon, mereka menuduhku. Ah, aku berusaha tidak peduli. Kubiarkan mereka menjejali otak mereka dengan prasangka!

Kenyataannya aku memang tidak tahu. Yang paling penting bagi hidupku adalah aku bisa melakukan sesuatu yang aku sangat sukai. Yaitu MANDI.
Ritual mandi yang aku jalani berbeda dengan kalian. Itu sebabnya aku awet muda dan tetap cantik. Karena air yang aku gunakan untuk mandi adalah air khusus. Air yang aku dapat dari perjuangan dan pengorbanan. Air yang berwarna merah sekental darah. Yaaa, sebenarnya itu memang darah.

Dan aku katakan sekali lagi, bukan aku yang membuat darah itu. Bukan aku yang melakukannya. Tanya saja asistenku, dia yang melayaniku dengan penuh kasih.
Mandi darah itu bagus untuk kalian. Percayalah. Karena keabadian dan tetap cantik selamanya bukan lagi cuma isapan jempol. Ah, kalian pasti enggan untuk mendengarkanku. Ini sebuah kenyataan yang pahit dari kehidupan. Yaitu bertambah tua dan keriput. Aku sangat takut menjadi tua. Jadi, aku berusaha dengan baik.

Entah kenapa, suatu ketika pihak keamanan dan penegak hukum menjatuhiku hukuman mati. Dan dunia menuliskan kebohongan tentangku. Kata mereka, aku adalah seorang psikopat. Entah istilah apa yang dipakainya itu. Dan mereka menudingku telah membunuh 650 orang. Siapa pula yang mengatakan hal sekejam itu? Aku tidak pernah membunuh mereka! Kukatakan sekali lagi!!
Merekalah yang berkorban dan berjuang demi aku. Keabadian yang aku tukar dengan mereka. Meski berbeda definisi keabadian. Tapi tetap saja, kan sama-sama abadi. Semua orang pengecut! Tidak ada yang berani mengatakan bahwa aku tak bersalah. Mereka hanya menjadikanku kambing hitam atas tuduhan mereka.

Lalu, hal paling kejam lainnya adalah. Aku dikurung di suatu ruangan yang pengap. Di situ aku merasakan candu yang amat sangat. Karena aku tak lagi bisa mandi dengan cairan merah kental yang berbau amis. Aku tidak bisa mendengar teriakan mereka. Tidak. Aku tak bisa melakukan apa-apa lagi!! Mereka semua binatang! Mereka yang memenjarakanku semua adalah manusia yang kejam!
Sungguh, kendati demikian, aku tetap bangga. Karena dunia mencatat sejarah keberadaanku. Kini aku benar-benar abadi, percayalah. Aku abadi selamanya.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih