Ramadhan Effect

June 21, 2015


Benar dan sangat benar kalau bulan Ramadhan adalah bulan spesial yang sangat dirindukan banyak orang. Terlebih saya, khususnya. 

Pasalnya, hal yang membuat saya yang tinggal di sebuah tempat yang konon katanya sudah berubah menjadi kota, jarang sekali bisa menikmati hari tanpa caci maki. 


Ini benar adanya. Caci maki saat naik kendaraan, caci maki saat mengantri dan caci maki yang lain. Mungkin mereka terinspirasi dari lagunya Sheila on 7 kali ya…. 


Dan, hal yang paling menenangkan adalah hari dimana orang-orangnya mendadak ramah!! Yang biasanya air mukanya enggak pernah senyum, tiba-tiba menenangkan dan banyak senyum. Dari rasa air soda sampai rasa air wudhu, soalnya bikin adem :-D. 

Baca Selengkapnya Tentang Tumblr

Kemudian, suasana kota rasa desa tempo dulu. Saat orang-orang berbondong menuju mesjid. Duh, walaupun memang kebiasaan ini akan menurun, katanya loh, tapi melihat kaum hawa lewat depan rumah dengan berbalut mukena dan siap untuk solat tarawih berjamaah, rasanya enggak bisa diungkapkan deh! 


Ada lagi nih yang paling keren. Mereka semua tiba-tiba aja mendadak ringan tangan! Yang biasanya allahu akbar bener untuk dimintain tolong. Ini, tanpa diminta sudah menolong. Subhanallah…. 


Mungkin, bukan saya saja yang merasakan hal dan pengalaman seperti ini. Tapi kalau setiap hari selama satu tahun penuh bisa merasakan hal ini, mungkin sudah waktunya saya membedakan mana surga mana dunia. Hahahaha….yaa tidak skeptis, semoga kebaikan yang mereka lakukan akan berlanjut terus. Amiiin. 



  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih