#imaji Phineas dan Ferb serial televisi

Ada yang pernah nonton Phineas dan Ferb ? Salah satu tayangan serial anak-anak di Disney Channel. Tentang anak-anak yang melakukan penemuan-penemuan ajaib demi kebahagiaan dalam bermain di halaman belakang.

Ada penemuan kereta luncur yang tinggi sekali, atau robot yang berasal dari rumah pohon dan segala macam penemuan yang keren terlihatnya. Sementara musuh bebuyutan Perry, binatang peliharaan Phienas dan Ferb, juga seorang ilmuwan yang jahat.

Tapi, setiap kali menonton serial ini, justru saya memiliki imajinasi yang berbeda.


1. Phineas dan Ferb anak yang biasa saja

Ini berdasarkan imaji dan pemahaman saya saja. Bahwa sebenarnya yang kita tonton dalam serial Phineas dan Ferb adalah sebuah imajinasi permainan anak-anak. Sebuah perumpamaan yang sering dilakukan banyak anak kecil. Misalnya berpura-pura perang dengan Mumi.
Hanya saja ada peran anak- anak yang membuat semuanya terasa mengagumkan. Yaitu teman-temannya Phineas dan Ferb. Mereka adalah fans berat keduanya. Selalu menantikan penemuan mereka yang terbaru.
2. Kesetiaan Jeremy pada Candice

Siapa sih yang enggak kepingin memiliki cowo yang setia ala Jeremy? Setia banget bahkan ketika menyadari kalau Candice ini ampun-ampunan sebagai seorang kakak. Selain itu, Jeremy juga sosok cowok yang menerima Candice apa adanya. Even sahabatnya Candice lebih cantik kalau menurut saya. Karena Candice ini cenderung tomboy, hehehe.
Tapi, sayang. Adiknya Jeremy sangat membenci Candice. Sampai-sampai dia sering memanipulasi tingkahnya hanya untuk mengerjai Candice.
Sebenarnya Jeremy ini bisa jadi sosok cowok yang memang biasa saja. Tidak begitu mempesona seperti apa yang sering dikatakan oleh Candice. Justru, karena Candice sosok Jeremy ini terlihat mengagumkan.

3. Sosok Ibu yang sangat sabar

Siapa sih yang enggak bermimpi menjadi Ibu yang sabar atau memiliki ibu yang sabar? Jujur saja, meski harus merapikan rumah, memasak, belanja dan terkadang berkumpul bersama teman-temannya. Sosok Ibu dari Candice, Phineas dan Ferb ini tetap yang paling sabar.

Terlebih ketika Candice mulai menelponnya. Ada satu episod dimana Ibu sedang berlatih membuat cake, kemudian ditelpon oleh Candice, namun sang Ibu tetap memenuhi permintaannya.

Tidak kebayang, apakah si Ibu ini akan senewen atau tidak jika setiap kali dia mendapat telpon dari anaknya yang mengadu tentang permainan adik-adiknya. Tapi, hal yang bisa saja menjadi mungkin adalah sang Ibu ini seakan menjelaskan sesuatu yang menjadi imajinasi dalam dugaan saya.


Menurut saya, bisa jadi sebenarnya bahwa sosok Candice ini adalah anak yang memiliki Delusional yang tinggi. Serta tingkat mood disorder yang juga lumayan tinggi. Kalau dikatakan Candice adalah seorang anak penderita Bipolar, rasanya terlalu dini. Karena bisa jadi hal lain kalau tidak dicek lebih lanjut.

Mood disorder yang sering berubah adalah ketika suatu saat dia akan marah dan membentak kemudian akan reda atau justru berbeda dengan mood sebelumnya. Sama seperti mood swing saat perempuan sedang menstruasi, mungkin.

Delusional di sini dalam imaji saya, bahwa apa yang dilihat dan disaksikan oleh kita adalah hasil proyeksi imajinasi berlebihan dari Candice. Sejatinya, seperti yang saya katakan sebelumnya, Phienas dan Ferb adalah anak yang biasa saja. Jadi, ketika Phineas dan Ferb sedang bermain mobil misalnya, kemudian Candice justru melihatnya sebagai penemuan pada balapan mobil di halaman rumah.

Hal ini didukung dengan perlakuan sang Ibu yang cenderung sangat melindungi Candice. Sampai-sampai meninggalkan aktivitas demi menemui Candice yang melaporkan bahwa adiknya melakukan penemuan hebat dan dia ingin sekali membuat adik-adiknya tertangkap basah.

Begini, jika menjadi seorang Ibu, bagi saya wajar kalau melindungi satu orang anak yang setidaknya memiliki sesuatu yang lebih. Dalam hal ini membutuhkan perhatian yang lebih. Karena, kalau dilihat sikapnya dengan Phineas dan Ferb, sang Ibu ini terlihat normal seperti Ibu pada umumnya. Tidak cenderung harus tiba jika ada sesuatu mendadak. Apalagi, Phienas dan Ferb lebih jarang cidera ketimbang Candice.

Hal yang mengagumkan adalah saat episode ulang tahun Ibu, dimana Phineas dan Ferb terlihat juga menyayangi dan memberi peluang pada Candice. Sama seperti kalau kita memiliki saudara yang memiliki penyakit entah fisik atau mental. Pasti tetap menyayangi dan memberi peluang untuk mereka. Juga dalam episode ulang tahun Candice. Hadiah dari Phineas dan Ferb sangat keren.

Nah, Candice ini menjadi pusat perhatian oleh Ayah dan Ibunya. Terutama oleh Ibu, yang sering memastikan kondisi Candice agar baik. Bahkan dia senang jika Candice melakukan banyak hal dengan temannya dan Jeremy. Terlihat normal, sampai ketika Candice dan obsesinya yang berlebih untuk menangkap basah kedua adiknya x)).

Obsesi berlebih, Mood Disorder dan Delusional. Entah seperti apa masa berat yang dialami oleh Candice. Tapi sejauh ini, semua tulisan ini hanya imajinasi saya. Yang bertanya-tanya setiap menonton. Terkadang saya ingin bertanya pada diri saya sendiri, seperti Frank Walker dalam film Tomorrow Land : “Cant you just say, 'amazing' without asking ?” X)))

Comments

Instagram




domain murah