Gaji Numpang Lewat

Hal ini sering dianggap sepele oleh banyak orang.

Yaitu MENABUNG. Pasalnya, saat ini, pemasukan yang di dapat lebih sering digunakan untuk keperluan gaya hidup. Perkataan ‘gaji numpang lewat’ tidak hanya dialami dan diyakini oleh satu atau dua orang. Bukan pula hanya orang yang sudah berumah tangga, yang belum memiliki pasangan pun banyak yang mengalaminya juga.

Terutama bagi yang tinggal atau ngekos di pusat ibu kota. Bisa dilihat bagaimana pengeluaran mereka lebih sering digunakan untuk lifestyle.

Kemudian, bagaimana peran Tabungan jika pada akhirnya gaya hidup konsumtif sedang semarak ?
Dalam menabung, tentunya ada banyak hal yang wajib diperhatikan. Percuma memang kalau menghadiri banyak seminar tentang kelola keuangan kalau tidak mengawali segala sesuatunya dengan tahapan yang paling dasar.

1. Niat
Segala hal itu tergantung pada niat. Ada orang yang baru niat menabung setelah mengalami sebuah keterdesakan, kehimpitan dan kesulitan. Barulah kesadaran akan tabungan ini tumbuh dan menjadikan niat dalam dirinya. Walaupun ada pula yang niat itu timbul setelah melihat orang di sekitarnya.
Tapi, segala hal yang didasari dengan niat, tetap tidak sempurna jika tidak disertai dengan….

2. Komitmen Dan Usaha
Bukan hanya dalam hubungan, pekerjaan dan prinsip, komitmen juga dibutuhkan dalam menjalani kebiasaan hidup MENABUNG ini. Karena kebiasaan baik tidak muncul hanya dalam satu malam.

Bisa saja kebiasaan baik itu muncul setelah seminggu, sebulan, setahun atau bahkan seumur hidup. Dengan komitmen, maka kita bisa membatasi ‘nafsu’ atau 'keinginan berlebih’ pada segala sesuatu yang tidak terlalu dibutuhkan.

Sertakan juga dalam berkomitmen untuk Menabung dengan USAHA. Usaha ini masuk pada cara dan pola pengaturan keuangan. Bisa dengan melakukan banyak hal seperti….

3. Membuat daftar
Kira-kira daftar tersebut isinya apa saja ? Baiknya dalam USAHA MENABUNG, yang menempati urutan pertama pada daftar pemasukan dan pengeluaran yaitu ZAKAT PENDAPATAN. Atau biasa disebut Zakat Profesi bagi Muslim. Cukup 2,5% dan itu tidak akan memberatkan. Namun, sering dilupakan karena tidak diberi prioritas dalam daftar. Mulai sekarang tempatkan ZAKAT PROFESI menempati posisi pertama dalam daftar pengeluaran.

Yang kedua, umumnya orang akan menuliskan pengeluaran berupa hutang terlebih dahulu, barulah sisanya dipergunakan untuk menabung. Tapi, seringnya uangtabungan ini tidak sebanding dengan daftar hutang atau angsuran.

Kalau begini, kapan bisa menabung ?

Jawabannya mudah, kembali lagi ke tahap awal. Yaitu Niat. Kemudian jalani lagi ke tahap ke dua.
Kalau kondisinya terdesak dan sisa uang untuk tabungan bahkan tidak ada sama sekali. Itu pertanda Anda wajib memiliki usaha sampingan yang tidak mengganggu pekerjaan utama Anda. Usaha yang halal dimana masuk juga pada tahap ke dua.

Daftar berikutnya yang wajib ada, yaitu daftar barang yang mau dibeli atau tempat yang ingin disinggahi. Buat daftarnya, tentukan prioritasnya. Mana yang sesuai dengan kondisi jangka pendek dan jangka panjang.

Misal : untuk membeli gadget baru, jangan langsung impulsif hanya karena mengikuti tren. Ingat, teknologi berkembang setiap detik. Dengan menabung sedikit demi sedikit, bisa jadi nantinya bisa mendapat gadget yang diinginkan.

Baiklah, setelah membuat daftar, kemudian apa lagi yang harus dilakukan? Kemana harus mulai menabung ?

4. Pilih tabungan yang tepat
Ini penting karena kalau tidak tepat bisa jadi akan membuat Anda rugi.

Kalau misalnya terbiasa menabung di tabungan biasa, sementara karakter pribadi Anda ini lebih sering kompromi dengan keinginan untuk hal lain sehingga tabungan sering terkuras. Ada baiknya menggunakan Tabungan Berjangka yang sering disediakan oleh Bank manapun.

Tabungan berjangka ini sesuai karena bisa dikatakan ini menjadi 'paksaan’ yang baik untuk memicu semangat dalam MENABUNG.

Tapi, kalau memang uang yang dimiliki ini tidak kecil jumlahnya. Bisa juga dengan menabung di deposito. Ini lebih bagus, menabung sekaligus investasi.

Nah kalau begitu, untuk yang uangnya tidak terlalu banyak bagaimana cara memilih investasi yang sesuai ?

5. Investasi yang sesuai dan terpercaya
Pada saat ini banyak pemberitaan terkait investasi yang menipu. Ini bisa menjadi momok bagi sebagian orang.
Nah, karena dalam tulisan ini bersifat subjektif, berdasarkan sudut pandang saya. Maka, arisan itu termasuk investasi tak berbunga. Investasi sesuai dengan jumlah pemasukan.

Kenapa justru investasinya dengan arisan ?

Begini, pilih investasi arisan yang nantinya ketika uangnya keluar tidak diberikan dalam bentuk cash. Tapi dalam bentuk Emas.

Iya, ini salah satu model arisan terbaru yang juga membuat member yang mengikutinya bisa berinvestasi Emas. Karena Emas sendiri cenderung naik nilainya. Meski terkadang turun, tapi tidak akan membuat Anda rugi.
Punya uang yang berlebih lagi ? Investasi properti berupa pembangunan kontrakan, ini juga merupakan investasi yang lumayan.

Nah, kalau investasi dalam bentuk asuransi, ini harus dipahami kembali. Karena investasi bentuk asuransi, jika tidak ada lagi iuran yang masuk maka investasi sebelumnya 'hangus’. Ini memungkinkan pada Anda, untuk merasa kerugian. Jadi, pahami terlebih dahulu produk investasinya sebelum memulai.

Nah, ada baiknya juga selain mencari tahu produk investasi pada penyedia. Untuk cari perbandingan dan solusi melalui situs-situs online seperti Cermati.com yang bisa memilihkan produk yang sesuai hingga terdapat penyelesaian produk yang benar-benar cocok. Baik dari segi keuangan dan keamanannya.

Kalau saya pribadi, lebih memilih investasi Emas dengan tipe tabungan berjangka. Lebih jelas dan sesuai syariat islam.

Serta menjauhi gaya hidup hedonisme.

Karena sesungguhnya segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Share Tips Menabungmu bersama Blog Emak Gaoel dan Cermati”




Comments




domain murah