Tentang Belajar sebagai Proses

Sebenarnya, masih saja saya teringat kawan saya, yang sedang berusaha belajar bagaimana membuat sebuah website. Hingga akhirnya dia membeli buku yang berjudul ‘panduan membuat website’. Usaha yang bagus demi sebuah kemajuan. Tapi, sampai akhirnya ada banyak kondisi error yang dihadapi sementara remote dekstop tidak memadai.
Hal ini membuat saya teringat pada kondisi beberapa tahun lampau. Saat menghadapi juga seseorang yang ingin belajar membuat software. Dia membeli buku, mempraktekkannya, tapi kemudian menyerah atas dasar sebuah ke-error-an yang tak dapat diselesaikannya.
Ada juga kawan dari masa lampau yang dahulu meminta saya mengajarinya dunia maya. Saat social media saat itu belum seperti sekarang, sangat mumpuni dan sangat berkembang. Dia mengikuti alur proses belajar yang hanya disingkat dalam sehari. Tapi, pada akhirnya dia juga menyerah karena bingung.

Siapa yang salah ?

Jawabannya tidak ada. Karena bagi saya belajar itu membutuhkan PROSES. Dan lagi-lagi, banyak yang menganggap PROSES ini bisa disingkat menjadi sehari, seminggu, sebulan. Padahal, seorang yang ahli dalam bidangnya, bisa menghabiskan waktu seumur hidupnya untuk mengasah ilmu.

Ini adalah fakta yang jarang disadari oleh para pemula. Hingga alasan mereka semakin menguat untuk mundur dan menyerah. Sayang sekali, karena jika diibaratkan tengah berada di medan tempur, kondisi mereka sebagai pemula seperti prajurit yang baru tiba di arena pertempuran.
Lantas bagaimana mempelajari dunia IT yang begitu luas ini ?

Jika dipersempit, misalnya mengedit sebuah blog. Ini diperlukan waktu terlebih dahulu untuk mengenal blog yang menjadi platform. Kenali dahulu, sama seperti berkenalan dengan orang lain, kenali juga fungsi masing-masing menu. Kemudian pelajari, apa saja yang ada di menu blog. Jujur saja, menurut pendapat saya, meskipun tidak pandai dalam bahasa Inggris, tetap saja, setidaknya harus berusaha untuk menikmati menu blog dalam bahasa Inggris. Nantinya ini akan sangat membantu.

Setelah berkenalan dengan tipe dari blog, menu yang ada di dalamnya. Tinggal menentukan ingin melakukan apa pada blog kita? Misalnya mendesain tampilan blog. Nah, di sini proses belajar diperlukan lagi.

Saat ini blog yang berisi informasi terkait desain atau tips mengubah tampilan blog sudah SANGAT BANYAK SEKALI. Itu tandanya cukup bagi pemula untuk berkunjung ke blog penyedia informasi, membaca dengan seksama dan sesekali mempraktekannya.

Ingat, dalam proses belajar, meski bukan di sekolah lagi. Pasti akan menghadapi error. Nah, jika error akan bertanya pada siapa? Saya lebih merekomendasikan untuk bertanya pada Google. Bukan berarti saya menuhankan Google. Tapi, Google ini anggap saja sebagai perpustakaan online.

Bagaimana menemukan solusi dari error yang dihadapi ?

Catat terlebih dahulu, error yang dihadapi seperti apa. Kemudian cari di mesin pencarian. Dalam proses inilah sang pemula juga belajar. Belajar memahami ternyata jika dibeginikan akan menjadi begini, jika dibegitukan akan menjadi begitu. Dan bertambahlah ilmunya.

Percaya atau tidak, jika menemukan error page blablabla, kemudian di copy dan paste-kan pada mesin pencarian, di dalamnya terdapat banyak SOLUSI ! Tinggal pribadi dari sang pemula yang memutuskan, apakah ingin belajar atau menyerah.

Dunia IT dewasa ini sangat-sangat-sangat user friendly. Tidak seperti jaman tahun 90-an dimana windows yang digunakan masih berupa layar hitam x)) atau media penyimpanan masih menggunakan disket sampai-sampai masih sedikit pengguna komputer ini. Sekarang, dunia sosial dibuat agar lebih mudah digunakan. Untuk beragam hal.

Jadi, sebenarnya tidak sulit mempelajari segala hal berkaitan dengan IT. Bahkan saya sering bertemu orang-orang yang jago IT tapi hanya otodidak.

Karena menurut pemikiran saya, untuk menguasai teknologi cukup dengan mencari masalah saja. Jangan salah paham dulu :D, maksud saya di sini adalah masalah yang ada kaitannya dengan teknologi.

Misal cara instal ulang windows, sekarang sudah banyak sekali yang menyediakan informasi ini. Jadi, tidak ada alasan karena tidak ada uang untuk melakukan instal ulang windows.

Atau ketika gadget yang digunakan ke-lock, kemudian lupa passwordnya. Ingat, password gadget bisa direset dengan menekan tombol home + volume bersamaan. Nah, nantinya akan ditemukan layar yang masuk ke boot menu. Di situlah tempat mereset password gadget.
Kalau yang ke-lock password sim ? Mudah lagi. Karena belakangan ini setiap provider sudah menyediakan nomor PUK untuk masing-masing nomor. Tidak ada lagi alasan tidak bisa, yakan?

Itulah mengapa saya katakan bahwa dalam dunia Teknologi, kalau menemukan masalah baru itu = belajar ilmu baru. Karena bahwasannya saya sendiri masih belajar dan terus belajar mengenal teknologi yang perkembangannya tidak tanggung-tanggung saat ini. Sambil tetap belajar hal lain, bidang lain, karena bagi saya tidak ada yang namanya gaptek, yang ada hanya orang yang malas belajar.
Sisihkan waktumu untuk mempelajari hal baru, ilmu baru dalam hidupmu. Karena hidup ini singkat Jendral ! Sayang kalau tidak mempelajari ilmu dan bidang baru :).


Comments

Instagram




domain murah