[Pengalaman] Hujan membuat saya ‘ngendon’ di rumah

May 04, 2015



Belakangan ini, hujan senantiasa mewarnai hari demi hari. Setelah panas yang menyengat, tiba-tiba saja bisa turun hujan dengan awan mendung yang pekat seakan sudah lama menyimpan jenuhnya air. Dan hujan juga sempat membuat saya mengurungkan niat untuk bepergian. 
Kebetulan saya yang notabennya sedang ‘mengendon’ di rumah. Kemudian menginginkan untuk makan di luar rumah, tapi kemudian tersadar bahwa orang rumah tidak meninggalkan satupun kendaraan untuk saya gunakan. Alhasil, saya harus memperpanjang kegiatan ‘mengendon’ saya.

Tapi, karena sedang merasa kurang napsu makan (tapi tidak kurus-kurus, apalagi turun berat badan) akhirnya saya memutuskan untuk menatap isi kulkas berlama-lama. Di meja makan sudah tersedia sop ayam dan lauk pauknya. Saya benar-benar belum merasa lapar, tapi jam sudah menunjukkan saya wajib untuk makan.
Kemudian sebuah ide ‘nakal’ terlintas. Sebuah hal yang terbentik ketika saya melihat sebotol madu yang ada di kulkas dengan ayam mentah yang masih baru masuk ke mesin pembeku. Tanpa menunggu lagi, langsung saja saya mengeluarkan ayam mentah, mencucinya terlebih dahulu, kemudian memotongnya sesuai keinginan saya - padahal sesuka hati saja karena malas. Setelah dipotong-potong, ayam mentah tersebut saya taruh di wadah yang lebar dan dengan senyuman ‘nakal’ saya lumuri ayam mentah tersebut dengan madu.
Madu yang diiklankan oleh Agnes Monica. Tahu kan merk madunya apa? Hehehehe. Kalau mendengar ayam bakar madu, pasti bukan hal yang baru. MEMANG! Tapi, ketika dihadapkan oleh kenyataan bahwa napsu makan menurun akibat proses penyembuhan, mau tidak mau, saya harus memakan sesuatu yang membuat saya setidaknya tergiur, meski sesaat. Dan bau dari madu yang manis, kemudian melilhat kenyal-kenyal ayam mentah, saya bisa membayangkan sesuatu yang manis dan sedikit gosong.
BENAR! Saya membakar ayam mentah yang sudah dilumuri oleh madu tadi, menggunakan GrillPan. Sebelum saya masukkan ayam mentahnya, saya lumuri terlebih dahulu Grill Pan dengan mentega, agar tidak lengket. Setelahnya saya tinggal menunggu hingga ayam tersebut matang. Sebenarnya bukan matang, tapi sedikit gosong. Iya, saya suka dengan ayam bakar yang sedikit gosong, rasanya lega dan puas bahwa ayam tersebut sudah matang. Walaupun belum tentu juga gosong berarti matang. Tapi, tidak 100% gosong, kok. Hanya 90% saja tingkat kegosongannya, ya memang sama saja hanya sebelas dua belas hitamnya. Tapi, saya puas.
Tapi, memang dalam hal memotret makanan saya masih memiliki banyak kekurangan. Terbukti dengan gambar hasil ‘kenakalan’ saya tersebut tidak menggugah selera, atau mungkin bisa saja membuat mual dan pusing. Hehehe… maklum, masih amatir dalam menyajikan makanan. Tapi, sesungguhnya rasanya enak. Iya, pastinya. Lah pakai madu yang jelas-jelas rasanya manis dan diiklankan oleh Agnes Monica gitu loh (enggak nyambung sih sebenarnya). Untuk sayuran, karena saya malas menyediakannya, terlebih membakar ayam telah membuat saya bertambah malas, jadilah saya gunakan sayur sop yang hanya saya ambil sayurnya saja, tanpa kuah dan ayam (agar tidak doble ayam-ayam) yang bisa langsung saya sajikan di piring.
Manis, gurih serta wanginya yang membuat saya puas dengan hasil karya saya. 
Dan untuk membuat hidangan saya ini menjadi lengkap. Tidak lupa saya tambahkan minuman panas, iya panas, TEH SUSU  yang selalu menjadi favorit saya. Kebetulan juga karena hujan masih saja membuat tubuh saya seketika menggigil. Jadi, hidangan ini rasanya sangat tepat sekali, meski saya menikmatinya sendirian di rumah. 
Nikmat mana lagi yang harus saya dustakan ? :-)



  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih