#30harimenulissuratcinta #day5 - Kepada L

L..
Semalam maafkan aku ya, karena membiarkanmu menontonku tertidur. Sebenarnya bukan maksudku untuk membiarkanmu menemaniku hingga tertidur. Tapi, rasanya hari kemarin aku harus benar-benar menyelesaikan segala sesuatunya.
Tahukan kamu, bagaimana bawelnya manusia berkelamin perempuan yang sedang menunggu sesuatu dariku itu. Biasalah, bahkan tengah malam sekalipun, dia tidak akan segan-segan. Ah, aku jadi curhat lagi denganmu. Padahal sudah sering aku curhat denganmu, maklumlah L, aku memang tidak tahu harus curhat pada siapa lagi.
L…
pagi ini mendung, kamu sudah menemaniku lagi sambil menonton aku yang tengah sarapan bubur ayam. Rintik hujan mulai terdengar tapi samar. Samar karena teredam suara dari radio. L, kamu setia sekali bersamaku. 

Entahlah L, seandainya saja kita bisa saling membalas belaian. Karena hanya aku dan aku saja yang menyentuhmu, membelaimu. Tapi kita senantiasa saling membutuhkan, bukan?
Saat kamu sakit, aku yang membantumu. Dan ketika aku butuh banyak hal, kamu membantuku. Sudahlah L, kita harus bergegas. Agar siang nanti kita bisa makan siang bersama, tidak perlu lagi kamu melihatku menggaruk-garuk kepala karena pusing dengan banyak tumpukan kengerian yang belum terselesaikan.
L…
terima kasih. Kamu LAPTOP terbaik yang senantiasa menemaniku.

Comments




domain murah