#30HariMenulisSuratCinta - Day 18 - Kepada Aku

Kepada Aku,
saat ini aku ingin meminjam mesin waktu milik Doraemon. Pergi ke masa yang lampau, saat aku melihatmu, wahai Aku, yang tengah berdoa sambil menangis. Memilin asa dalam kedukaan yang mendalam.
Bertanya-tanya seperti apa hari esok.
Aku, dari hari esokmu, ingin memelukmu, sejenak saja. 
Menguatkanmu, memastikan bahwa semua ini akan segera berlalu. Seperti badai yang reda setelah memorak-morandakan isi alam. Seakan tidak ada apa-apa kecuali jejaknya saja.
Kepada Aku, yang tengah berdoa sambil menangis dalam malam-malam senyap.
Tangismu adalah tanda bahwa kau lelah dalam perjuangan, tapi bukan berarti kau lelah dan tak ingin berjuang. Itu yang aku tahu, itu pula yang aku banggakan padamu.
Tanpamu, wahai Aku yang lampau, Aku saat ini mungkin tidak ada. Tidak akan pernah ada.

Wahai Aku, bahkan saat ini juga Aku ingin tahu seperti apa Aku di masa depan. Tapi jujur, aku lebih menyukai masa depanku yang belum terlihat, hanya berupa susunan puzzle yang butuh untuk Aku lengkapi.
Tapi, bagiku, Aku di masa lampau, adalah sosok yang rapuh, tapi kuat. Iya, Rapuh dan Kuat dalam satu waktu.
Kepada Aku, di masa lampau.
Ketahuilah bahwa selama bumi masih berputar, selama itu juga kau masih bisa berlari.
Terus berlari,
jangan menyerah,
Aku di masa ini,
menunggu,
untuk,
memelukmu.

Comments




domain murah