#30HariMenulisSuratCinta Day 12 - Kepada Hujan

Kepada Hujan,

yang dipersalahkan, yang dituduh, yang dimaki sebagai sumber banjir. Padahal susunanmu hanya terdiri dari air, dan memang hanya air saja. Aku tahu itu, Hujan. Karena memang itu yang aku rasakan.
Hanya saja, Hujan. Terkadang manusia berpikir ini semua karenamu ! Ah, manusia lupa siapa yang menciptakan Hujan. Juga lupa kalau Hujan dan manusia itu sama penciptanya.
Hujan aku tahu tadi kau kebingungan karena saat turun lagi, pagi ini, kau kembali menjadi alasan keluh kesah manusia. Padahal, airmu yang mengalir tengah kebingungan ingin bermuara kemana.
Iya kan?

Iya, karena tadi ada yang membisikiku, ianya adalah angin.
Cerita hujan yang bingung, juga manusia yang mengomel.
Padahal Hujan hanya kumpulan air, iya kan Hujan? Dan kau, Hujan, tidak tahu kalau muaramu itu ternyata membuat manusia terkepung, tidak dapat berjalan, apalagi berkendara, hanya bisa mengapung dengan perahu.
Tapi, ini bukan salahmu, Hujan. Jadi, biarkan saja dahulu ketika manusia mengeluh, ketika manusia berkata :
“Ini gara-gara hujan semalam, jadi banjir.”
Biarkan saja dahulu, Hujan. Nanti ada saatnya, ketika kemarau panjang menyapa mereka, maka Manusia akan mencarimu, Hujan. Begitulah Manusia, hujan, maklumilah saja mereka itu.
Karena lebih banyak manusia yang lupa akan asal usulnya, Hujan.
Maklumi saja…..

Comments




domain murah