Teruntukmu (calon) lelaki tangguh




Siang yang terik, tapi tidak menyembunyikan sejuk yang mengalir dari sepoi angin. Perjalanan tidak begitu menyiksa karena panas. Sosok berseragam SD, merah dan putih, berjalan didepan mata. Bersungut tidak karuan, berbicara tanpa nada dan tanpa bahasa yang dapat dimengerti.
Tahulah, bahwasannya anak ini termasuk siswa SD Negri terdekat, yang mengalami mental retarded. Dia berjalan sendiri, tanpa teman, beruntung tak ada orang yang menatapnya aneh. 
Biasanya, di lingkungan padat seperti perkampungan ini, yang sering terlihat adalah sosok orang tua yang memiliki tingkat emosional yang tak terkendali. Bahkan untuk anak biasa, yang tak memiliki sesuatu yang khusus, sering menjadi pelampiasan emosi kedua-orang tuanya atau hanya ibu dan anggota keluarganya yang lain. Bukannya berpikir buruk, tapi ini realita yang sering disajikan dalam lingkup keluarga menengah ke bawah. Tidak banyak juga yang sabar mendidik anaknya.

Sehingga, siang itu, kala doa yang tak terucap, kala tangis yang tersendat demi tidak keluar pada kondisi yang tidak memungkinkan. Hanya satu doa itu, yang berharap akan terbang bersama dengan angin, akan naik menuju singgasana-Nya. 
Duhai dikau,
sosok anak lelaki yang berseragam SD, yang usiamu sudah seharusnya duduk di tingkat SMP. Doa ini mengalir untukmu, agar orang tuamu tabah mendidikmu, orang tuamu mengasihimu seakan mereka tak ingin kehilanganmu, orang tuamu mendidikmu, mempersiapkanmu menjadi manusia yang unggul dalam keterbatasan. Semoga orang tuamu, mengendalikan emosionalnya, egonya dalam berhadapan denganmu, dan semoga engkau menjadi sosok yang penuh dengan ketegaran menghadapi dunia serta cinta kasih sayang di dalam hatimu. 
Tanpa namamu disebut, Tuhan akan senantiasa mendengar setiap doa-doa yang tersembunyi. Yang tercekat di antara kerongkongan, karena haru dan karena tak tahu menahu. Hanya Tuhan yang selalu Maha Tahu.

Comments




domain murah