My first love (?)


Siapa yang belum pernah mengalami jatuh cinta? Saya termasuk manusia yang tanpa kecuali, pernah mengalami jatuh cinta. Kalau dirasa-rasa bagaimana jatuh cinta itu, pasti sejuta rasanya, sama seperti lagu Alm. Chrisye. Ada rasa berdebar, ada rasa deg-degan, ada juga salah tingkah. Tapi, semua justru menjadi kenangan yang membuat senyum-senyum sendiri, tanpa berniat untuk kembali, pastinya.
Pertama kali, benar-benar merasa jatuh cinta itu sama seorang adik kelas di SMA. Sosok tinggi, cuek, dengan tas selempang dan putih menjadi daya tarik tersendiri. Belum lagi saat itu saya yang sedang jenuh-jenuhnya dengan pelajaran menjelang Ujian Nasional, rasanya memang butuh kegiatan lain yang diluar waktu sekolah, tapi tidak mengganggu. Salah satunya, memutuskan untuk jatuh cinta. x))
Masa iya jatuh cinta bisa diputuskan dan diatur? Bisa, karena awalnya bagi saya tidak ada yang perfect kecuali lelaki imajinasi saya. Itulah sebabnya bagi saya, lelaki di dunia nyata itu tidak ada yang bisa menyaingin. Jadilah saya, waktu itu, mencoba membuka hati saya dan memutuskan bahwa adik kelas inilah yang akan menjadi pengisi hati saya.

Jangan dibayangkan saya akan pacaran dengannya, karena memang saya tidak pacaran. Tapi, semenjak merasakan jatuh cinta, saya menjadi sangat setia dengan orang itu. Tanpa lelah dan letih, setiap pagi duduk di bawah pohon dekat lapangan basket, sambil menatap gerbang sekolah, menunggu sosoknya lewat. Hanya itu, sederhana. Tapi juga sering berangkat ke kantin saat istirahat dengan jalan melewati posko pencinta alam, kebetulan dia adalah anggota pencinta alam di SMA kami. Jadi, sambil ke kantin juga sambil curi lirik. :D
Tidak hanya itu, sering juga saya merasa bertambah semangat untuk belajar, kenapa? Karena dulu, saya terpengaruh dengan pernyataan teman sekelas yang mengatakan bahwa ‘cowok suka dengan cewek pintar’, otomatis saja saya langsung keblinger belajar tanpa henti hanya demi bisa 'dilirik’ sang pujaan hati #tsaah.
Tapi, namanya cinta pertama, memang segala sesuatu tidak selalu sejalan dengan apa yang kita inginkan. Tiba saat perpisaha, dimana pada akhirnya saya harus memutuskan untuk berhenti. Walaupun pada akhirnya memang sulit, tapi ketika itu ada hal lain yang lebih urgent dan menyita pikiran. Jadilah sosok pujaan hati, yang setahun lamanya mengisi kekosongan, juga menjadi cinta pertama saya selama ini.
By the way, adik kelas ini tahu loh kalau saya naksir dan jatuh cinta sama dia. Apalagi ketika dia akan naik gunung, saya meminta kenang-kenangan dari dia, dan kemudian setelah pulang dari naik gunung, dia memberikan saya kartu yang ada aksesoris bunganya. Hahaha, masa lalu memang lebih baik diingat dengan senyuman tanpa beban. Karena masa kini lebih menyenangkan, jadi tak perlu meminta mesin waktu. :D
Sudah dulu deh, katarsisnya, semoga adik kelas ini tidak merasa yah :-P.

Artikel ini diikut sertakan dalam “My First Love Giveaway” Aprint Story

Comments




domain murah