Ini alasan saya, mengapa selalu ada nama Barabere

January 03, 2015




Mengapa saya menyukai penulis bernama Bernard Batubara?
Awalnya, saya hanya mendapati dirinya sering update twitter akun radio galau, tak tahu bagaimana ceritanya, bagaimana kisahya, yang saya tahu hanya buku itu adalah buku yang laris. Hingga akhirnya diangkat ke layar lebar. Sebuah kebanggaan pastinya ketika hasil karyamu bisa mendapat penghargaan seperti itu.
Setelahnya, saya hanya melirik bagaimana curahan kegalauan dari akun tersebut, tidak ada yang istimewa. Tapi setidaknya saya tahu bagaimana kalimat galau itu akhirnya menjadi sebuah tren baru.

Kemudian, sebuah novel meluncur ke publik. Dengan judul Kata Hati, yang konon juga mengandung unsur kegalauan pasangan yang pernah putus kemudian CLBK. Dan tidak lama setelah menjadi best seller, lagi dan lagi karyanya diangkat ke layar lebar.
Sejujurnya, saya mulai penasaran, seperti apa kisah itu sampai-sampai dua kali di angkat ke layar lebar? Seperti apa gaya menulisnya?
Walaupun setelah membeli bukunya, saya masih tidak menyukai karena dengan kegalauan tingkat dewa yang membuat pusing, rasanya memang saya sudah tidak cocok untuk kata galau karena pacar atau kenangan. 
Dan tidak lama kemudian, setelah buku kata hati melejit, kemudian dia menjadi tersohor dengan tampil di publik, memberikan tips dan inspirasi dalam dunia tulis menulis, saat itulah saya sadar, orang ini, Bara adalah contoh pemuda yang produktif.
Itulah alasannya : PRODUKTIF.
Bukan karena tampang atau kelihaiannya melelehkan hati perempuan. Bukan. Saya merasa harus memiliki alasan yang realistis, terlebih saat itu saya masih memiliki impian untuk bisa menulis buku kemudian di terbitkan. Walau sekarang saya lebih fokus untuk menulis dengan baik di blog ini, mimpi itu tetap masih ada, tapi berbeda porsi.
Dari situlah, saya menanti dan menghitung berapa lama kehadiran buku barunya dari buku sebelumnya. Yang kemudian saya saksikan melalui live tweetnya. Dari dia memamerkan memiliki ide A, kemudian menuliskanya, dan setelahnya tidak lama berselang sudah berada di tangan editor. Total sampai diterbitkan memakan waktu kurang lebih 6 bulan. Dan dalam setahun dia sudah menerbitkan dua buku.
Satu yang membuat saya malu pada sosok ini, yaitu komitmennya untuk meraih impiannya. Sementara saat itu saya masih bermalas-malasan, masih sering beralasan untuk meraih impian. Untuk mengejar cita-cita. Jadi, itulah sebab saya menyukai Bara dengan kreatifitasnya dan komitmennya dalam dunia tulis menulis. 
Sementara untuk kehidupan pribadinya, saya tidak mau tahu. Tidak mau ikut campur, yang penting selama dia senantiasa memamerkan proses produktifitasnya dan proses kreatifnya, saya akan mendukung.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih