Hanya tentang mendung pagi hari.

January 23, 2015

Sebenarnya tidak ada mendung, kalau saja awan tak memeluk erat air yang sudah jenuh bersamanya. Sementara air, rindu pada bumi, pada tanah yang ingin dicampurinya, pada dedaunan yang ingin dikalahkannya, pada batang pohon tempat ia menikmati setiap sisi yang mendebarkan.

Tapi awan, terkadang hanya ingin menuntaskan rindu. Setelah menjelajah bumi dari setiap sisi, kemudian tiba lagi di tempat labuhannya. Mungkin awan hanya ingin memeluk, itu saja.

Tapi air sudah sedemikian jenuh. Hingga ketika awan membawanya menuju garis lintang dan garis bujur berbeda hingga mencapai satu titik nyata, tempat mereka senggama, kemudian awan melepas air. Dan hujan.




You might also like

Personal Branding

Warunk Upnormal

Buku Untuk Indonesia

History of wall clock

Good Habbit



  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih