#Day1 : Kicauan saja

Mungkin karena saya ingin tampil berbeda, hingga memuat postingan bukan ketika tutup tahun 2014 kemarin. Tapi, justru saat pembuka hari di awal tahun 2015. Tidak ada maksud apa-apa, hanya saja memang saya baru ada kesempatan untuk bisa menulis hari ini. Pagi ini saat burung sedang berkicau.

Semalam pesta semarak diadakan di banyak tempat. Kembang api, petasan, bakar-bakaran. Seluruh keluarga berkumpul, anak-anak bermain sepuasnya hingga dini hari.




Tapi, apakah makna dari tahun baru selepas pesta semalam yang sebenarnya senantiasa sama setiap tahun?

Adakah perenungan berapa banyak polusi yang mencemari udara, atau berapa banyak sampah yang menggunung. Atau juga, seberapa besar persentase kesedihan orang-orang yang sedang tertimpa musibah? Longsor, banjir dan juga kecelakaan.

Sesaat kala ledakan kembang api bersahut-sahutan di seluruh penjuru mata angin. Saya bertanya, adakah seperti ini gelegar bom dan peluru yang melintas di langit Gaza? Adakah keindahan serta warna pada setiap ledakannya? Adakah tawa dan senyum serta tepukan tangan ketika ledakan berbunyi?

Bagaimana jika ini yang saya alami, ditukar dengan derita mereka. Apa saya masih bisa melihat orang-orang bahagia mendengar letusan demi letusan?
Jika perayaan adalah dengan cara seperti itu, bagaimana jika petasan itu diganti menjadi BOM PLASMA yang akan menelan banyak orang. Mungkin saya berlebihan, tapi bagaimana nasib mereka? Karena, jangan sampai setiap tahun tak ada perenungan. Dan hanya sekadar berganti kalender saja.

Comments




domain murah