#30harimenulissuratcinta #day2 - Kepada Pagi

Teruntuk pagi,
Yang memiliki dini hari, juga waktu khusus untuk memanjatkan doa. Yang diisi oleh segelintir manusia. Tapi pagi, tak pernah datang terlambat. Hanya menyesuaikan waktu dikala matahari mengalami pergeseran posisi, hingga pagi, kau akan tetap menunggu terbitnya.

Untukmu pagi,
Yang membuat manusia mengawali hari atau mengakhiri hari atau juga melanjutkan hari. Melalui prosedur sederhana dengan diawali langit kemerahan, terkadang biru, juga abu-abu. Kemudian kokok ayam yang sering menjadi mind set kehadiranmu pagi.

Hanya kau pagi,
Yang memiliki dan menguasai waktu solat wajib, dinamakan pula solat itu dengan nama solat Subuh. Yang setelahnya diisi oleh ibu-ibu yang menyapu. Ada juga yang duduk di bale-bale sambil mengupas bawang. Tapi pagi, kau tidak pilih kasih.

Hanya pagi,
Yang embunnya juga dapat dirasakan oleh orang buta, orang tuli, orang tak peduli. Semua masih bisa merasa. Dan pagi, kau benar-benar tak pilih kasih. Orang kaya, orang miskin atau orang diantara keduanya, merasakan juga pagi.

Ah, pagi, bahkan Tuhan berkata, padamu pagi, terdapat tanda-tanda kekuasaan Tuhan. Pagi, aku tersenyum untukmu.

Comments




domain murah