Hanya Isyarat


Ibu itu menggerakkan kedua tangannya, memberikan isyarat. Anak kecil berusia lima tahun, duduk di bangku TK B, dengan seragam orange yang cerah. Menatap sang Ibu kemudian berkata, “Iya Bu.” katanya sambil menganggukkan kepala.
“Abang, kata Ibu kiri.” teriakan kecil sang anak membuat penumpang lain menoleh dan membantu untuk memberhentikan Angkutan Umum. Sang supir dengan perlahan menginjak Rem dan mobilpun berhenti.
Mereka turun, sambil duduk di halte. Menunggu sesuatu, yang jelas. Di sana, ketika mobil Angkutan belum juga jalan karena menunggu penumpang lain. Terlihat percakapan dalam kesunyian.
Sang ibu bercerita sesuatu yang membuat Anak manis itu tertawa terpingkal-pingkal Hanya isyarat yang dia mampu berikan, isyarat dengan kedua tangannya. Meski sunyi dari riuh ramai, tapi tawa anak itu bisa membuat senyum sang Ibu mengulas sedemikian cantiknya. Menemani siang yang mulai reda dari tangisnya.
Suatu saat nanti ketika aku tak lagi dapat berbicara.
Ketika aku hanya berteman pada sunyi yang nyata.
Saat dimana aku tak dapat mendengar gelak tawamu.
Maukah kau mendengar ceritaku,
untaian kata-kataku,
melalui bait demi bait,
isyarat yang aku sampaikan padamu,
melalui kedua tanganku.
**Binatang Jalang**











You might also like

Personal Branding

Warunk Upnormal

Buku Untuk Indonesia

History of wall clock

Good Habbit

Comments

Instagram




domain murah