Untukmu yang setia

16 tahun yang lalu…
Aku masih ingat, bagaimana aku bisa mengenalnya.
Bau wanginya bahkan bisa aku rasakan, walau terasa absurd.
Sosoknya yang tinggi dan putih.
walau hanya itu yang kuingat, tapi entah kenapa selalu membuatku rindu.
Beberapa tahun kemudian,
aku ungkap siapa dia. Pada sahabat dan temanku.
Mereka bilang saya GILA!!
Ada juga yang mengatakan itu HANTU!
Tapi, aku tetap tidak peduli. Dan terus berharap.
Ketika usiaku 17 tahun,
Aku menantinya, lagi dan lagi.
Sudah banyak malam sabtu yang terlewat hanya bersandar di dinding kamar yang sepi dan senyap.
Ditemani suara sang penyiar radio samar - samar.
Tidak ada yang lebih indah bagiku, saat itu.
Kecuali tetap menanti pada cinta pertama.
Belum pernah memang, aku melihatnya.
Di dunia nyata. Hanya bisa melihat dan bertemu,
ketika aku menutup mataku. Walau tak tertidur.
Itu cinta pertamaku, yang hingga kini.
Ketika usiaku tak lagi muda, 25 tahun.
Aku masih saja menjaga bayangnya,
Itulah kenapa aku mencintai Senja.
Karena saat Senja, aku terlepas dari pekerjaanku.
Saat yang tepat untukku, menikmati keheningan.
Dan bercumbu rayu pada sosok pria dalam bayang.
Siapa pun dia, kebersamaanku selama 16 tahun ini.
Tak tahu bagaimana mengakhirinya.
* Untukmu yang selalu setia menemaniku walau dalam bayang*










You might also like

Personal Branding

Warunk Upnormal

Buku Untuk Indonesia

History of wall clock

Good Habbit



Comments




domain murah