Janjiku

Hari ini, aku ingin kau mendengar janjiku.
Yang tidak tertulis pada secarik kertas, dan tak tergores oleh tinta apa pun.
Janjiku hanya dapat kau dengar.
Tak dapat kau baca abjad serta tanda bacanya, karena tak lagi mampu kutulis surat untukmu.
Aku hanya ingin kau mendengar janjiku, melalui bisikan angin.
Lewat sinar jingga yang merayap sore ini.
Aku berjanji,
Aku tak akan lagi berusaha untuk mencarimu melalui sosok siluet senja
Aku tak akan lagi berusaha untuk mengenalimu melalui bayang ketika fajar.
Aku tak lagi akan memaksa mataku untuk mencerna kehadiranmu ketika malam.
Dan, aku tak akan lagi meminta dan berharap. Tentang sebuah rasa.
Aku tak akan lagi berharap kau akan mencintaiku
Aku tak akan lagi bermimpi kau akan menyayangiku
Bahkan aku tak akan lagi berdoa kau akan menjadi pendampingku.
Tapi aku, Berjanji.
Aku akan terus mencintaimu, tulus.
Tanpa syarat, tanpa harap dan tanpa imbalan.
Hanya ingin mencintaimu dan menikmati getir pilu yang mengiris dada.
Bagiku, ini tetaplah cinta.
Walau berbeda bentuk dan rasa.
Tetaplah cinta walau aku hanya mencinta seseorang yang tak kunjung membalas.
Bagiku cinta ini tetap sama.
Cinta yang akan terus sama dan akan mengisi lembar kenangan hidup.
Beberapa orang berkata, itu bukan cinta.
Tidak, bagiku ini tetap cinta.
Dan itu janjiku, untukmu.
Tetap mencintaimu, dengan tulus.
Tak lagi mata ini ingin berusaha mencarimu.
Tak lagi hati ini ku paksa untuk menunggu,
Tapi hati ini akan kupaksa untuk membalut cintaku yang jernih
Agar suatu hari nanti, ketika hari telah berakhir,
dan cintaku berubah menjadi prasasti.
Aku tahu, itu adalah bukti.
Bahwa cinta tak akan pernah mati
Dan tak menuntut tapi terus memberi
Tanpa menungu, tapi terus membagi.
Ini cintaku, yang masih sama bentuk dan rasanya.
Binatang Jalang, Bekasi 27/8/13










You might also like

Personal Branding

Warunk Upnormal

Buku Untuk Indonesia

History of wall clock

Good Habbit



Comments

Instagram




domain murah