Hidung

Aku yang bilang, bahwa Aku rindu.
Pada hidungmu. Sebatang hidung yang kokoh.
Aku yang katakan, baru saja.
Bahwa hidungmu, membuatku rindu.
Hanya melihat sebatas hidung saja, Aku sudah gila.
Terkapar dan membeku.
Ini benar - benar sinting bukan?
Hanya karena hidungmu, rindu ini bersemi.
Ini musim tak tahu kapan akan berlanjut.
Apakah musim hujan atau sudah mulai musim kemarau?
Tapi, dua musim ini, aku merindu.
Hanya pada hidungmu.
Ahh.. sudahlah. Sini kemarilah.
Biar kulihat dan kunikmati hidungmu.
Yang begitu tegap dan angkuh, mancung.
Membuat senyumku kembali mengembang,
tapi ahh… kau harus pergi bukan?
Wanita disana, itu… iya dia.
sedari tadi menunggumu.
Selamat tinggal hidung pujaan.
Setelah lebaran ini, kita akan bertemu lagi, bukan?








You might also like 








Comments




domain murah