"Untukmu yang menggenggam hatiku,
berulang kali kau bisikkan padaku,
Bahwa ‘Tak ada yang abadi selain penantianku’,
Hingga rasanya bisikanmu terlalu nyata,
senyata semilir angin yang memporandakan jiwaku.
Matahariku,
memanggang otakku,
melelehkan kenangan tentang siluetmu.
Ketika senja menutupi jejak langkah kakimu.
Namun, Embun.
Dia yang membekukan ingatanku,
tentangmu.
Pada masa dimana tak ada lagi suara.
Ketika duniaku kembali menyapa,
dan suara tawa seperti samar terdengar.
Diduniaku,
bagimu.
Hanya untaian kata yang berbaris.
Namun tak dapat kau mengerti,
Hingga aku berteriak,
Palingkan wajahmu, Tuan.
Lihat aku!
Senyumlah padaku,
walau hanya sebuah siluet yang aku lihat.
Di sore hari dalam hidupku.
"
— ,Binatang Jalang










You might also like 








Comments

Instagram




domain murah