"“ Tidak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni ”, betul itu kutipan dari seorang penyair bernama Sapardi Djoko.
Dan tak ada yang lebih tabah, selain diriku. Yang senantiasa menunggu sang waktu untuk berpaling padaku.
Kau tutup mulutmu, ketika ribuan angin menamparku siang ini.
Dingin, begitu pilu, menusuk jantungku, membelit rusukku.
Dan tiada yang pantas untuk ku ungkap, ketika derita tengah menganga.
Bukan aku, tapi mereka.
Yang kini berbaring di tenda - tenda, mengungsi kata mereka.
Padahal, dingin tak lagi mereka rasa. Sementara pakaian lusuh itu, membuatku bercermin.
Pantaskah aku, menghitung sesuatu. Sementara mereka, bahkan tak sempat untuk menghitungnya."
— Binatang Jalang - Bekasi, 5-7-13











You might also like

Personal Branding

Warunk Upnormal

Buku Untuk Indonesia

History of wall clock

Good Habbit




Comments

Instagram




domain murah